Dua WNA Singapura Tewas di Dukono, DPR Desak Penerapan Zero Tolerance Pendakian

Jumat, 8 Mei 2026 - 22:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPR RI Dapil Maluku Utara, Izzuddin Alqassam Kasuba

Anggota DPR RI Dapil Maluku Utara, Izzuddin Alqassam Kasuba

Maluku Utara, HarianMurba.com – Celah pengawasan pada destinasi wisata berisiko tinggi di Maluku Utara kini menjadi sorotan tajam. Insiden di Gunung Dukono yang memakan korban jiwa menunjukkan adanya kegagalan sistemik dalam penegakan aturan pendakian. Hal ini memicu desakan kuat untuk merombak total standar keselamatan pariwisata agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Anggota DPR RI dari Dapil Maluku Utara, Izzuddin Alqassam Kasuba, bereaksi keras terhadap fakta bahwa pendaki masih bisa menembus area kawah. Padahal, otoritas terkait telah menutup jalur pendakian secara resmi sejak 17 April lalu.

Duka Mendalam untuk Korban Erupsi

Di tengah evaluasi prosedur, simpati mendalam mengalir bagi para korban yang terdampak bencana alam tersebut. Tragedi ini mengakibatkan dua warga negara asing asal Singapura kehilangan nyawa, sementara satu pendaki lokal masih dalam pencarian.

“Atas nama pribadi dan mewakili masyarakat Maluku Utara, saya mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban Sahnaz dan Timo. Saya juga terus mendoakan dan mendukung penuh upaya Tim SAR Gabungan agar saudara kita, Angel, dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat,” ujar pria yang akrab disapa Alqassam ini dalam keterangan tertulisnya, Jumat (8/5/2026).

Saat ini, fokus utama tim di lapangan adalah menyisir area berbahaya untuk menemukan pendaki yang hilang. Dukungan moral terus diberikan kepada keluarga korban di tengah situasi yang penuh ketidakpastian ini.

Penerapan Kebijakan Zero Tolerance di Jalur Ilegal

Legislator Senayan tersebut menyoroti lemahnya koordinasi antarinstansi yang menyebabkan aturan penutupan jalur terkesan hanya di atas kertas. Menurutnya, potensi wisata alam yang besar harus dibarengi dengan manajemen risiko yang ketat tanpa kompromi.

Kehadiran wisatawan di zona merah saat status gunung sedang aktif dianggap sebagai alarm keras bagi pengelola kawasan. Terkait hal tersebut, Alqassam menuntut tindakan nyata dari pihak berwenang.

“Pemerintah daerah, pengelola kawasan, serta otoritas vulkanologi harus memperkuat sinergi pengawasan di lapangan. Harus ada patroli rutin dan sanksi tegas. Tidak boleh ada toleransi bagi pendakian ilegal, karena ini menyangkut nyawa manusia,” tegas Alqassam.

Standarisasi Internasional dan Peran Pemandu Lokal

Selain pengawasan, infrastruktur keselamatan juga perlu mendapatkan pembaruan signifikan. Maluku Utara membutuhkan sistem peringatan dini yang terintegrasi dan penggunaan rambu multibahasa untuk mengakomodasi wisatawan mancanegara.

Politisi tersebut juga menekankan bahwa setiap pendaki wajib didampingi oleh tenaga profesional yang memahami medan. Pemandu lokal yang bersertifikasi bukan sekadar pelengkap, melainkan kunci keselamatan utama dalam menghadapi dinamika alam yang ekstrem.

“Keamanan dan keselamatan adalah fondasi utama dari industri pariwisata. Jika kita ingin Maluku Utara dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia, maka kita harus mampu menjamin bahwa sistem keamanan pariwisata kita juga berstandar dunia,” tambah Alqassam yang merupakan wakil rakyat asal Maluku Utara tersebut.


Apresiasi untuk Tim Penyelamat di Lapangan

Sebagai penutup, ia mengajak seluruh pihak untuk lebih disiplin dalam mematuhi instruksi otoritas vulkanologi. Kesadaran kolektif antara wisatawan dan masyarakat lokal menjadi faktor penentu dalam menciptakan ekosistem pariwisata yang aman.

Alqassam juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada personel Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta relawan. Mereka tetap berjuang melakukan evakuasi meski harus berhadapan langsung dengan ancaman erupsi susulan yang bisa terjadi kapan saja.***

Follow WhatsApp Channel www.harianmurba.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aktivitas Anak Krakatau Meningkat, Pemkab Lampung Selatan Ingatkan Warga Gunakan Masker dan Tingkatkan Kewaspadaan
Sigap Bertindak, Polisi Amankan Pria Diduga Palak Warga di Minimarket Purwakarta
Operasi Libas Lodaya 2026, Polres Purwakarta Ungkap 13 Kasus Kejahatan dan Amankan 9 Tersangka
Kanal Kering dan Angin Kencang, Salman Alfarisi Gerakkan 62 Personel Jinakkan Api di Lahan Gambut
Mobil Pengangkut Bantuan Pangan Alami Laka Tunggal di Tanjakan Kampung Pagadungan, Polri Hadir Tangani Situasi
Hendak Menyerahkan Penjual Obat Keras Terlarang Daftar G, Lima Wartawan Malah Ditetapkan Tersangka oleh Polsek Teluknaga
Anggota AWPI Bandar Lampung Dikeroyok Preman Saat Liputan Proyek Gapura UIN Raden Intan Lampung
Yusril Angkat Bicara soal Dugaan Galian Tanpa Izin: Sebut sebagai Program Prioritas Nasional Ketahanan Pangan

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 21:45 WIB

Aktivitas Anak Krakatau Meningkat, Pemkab Lampung Selatan Ingatkan Warga Gunakan Masker dan Tingkatkan Kewaspadaan

Sabtu, 5 September 2026 - 17:07 WIB

Sigap Bertindak, Polisi Amankan Pria Diduga Palak Warga di Minimarket Purwakarta

Kamis, 3 September 2026 - 21:18 WIB

Operasi Libas Lodaya 2026, Polres Purwakarta Ungkap 13 Kasus Kejahatan dan Amankan 9 Tersangka

Kamis, 3 September 2026 - 20:30 WIB

Kanal Kering dan Angin Kencang, Salman Alfarisi Gerakkan 62 Personel Jinakkan Api di Lahan Gambut

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:23 WIB

Mobil Pengangkut Bantuan Pangan Alami Laka Tunggal di Tanjakan Kampung Pagadungan, Polri Hadir Tangani Situasi

Berita Terbaru