DPR Curigai Keterlibatan Oknum di Balik Ekspor 99 Ribu Motor Ilegal ke Afrika

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aparat kepolisian mengamankan ribuan unit kendaraan roda dua di kawasan Grogol Utara, Jakarta Selatan, yang diduga kuat akan diselundupkan ke luar negeri melalui jaringan sindikat internasional

Aparat kepolisian mengamankan ribuan unit kendaraan roda dua di kawasan Grogol Utara, Jakarta Selatan, yang diduga kuat akan diselundupkan ke luar negeri melalui jaringan sindikat internasional

JAKARTA – Aroma konspirasi dalam penyelundupan kendaraan bermotor skala masif kini menjadi sorotan tajam di Senayan. Bukan sekadar masalah administratif, kasus temuan 1.494 unit motor ilegal di Grogol Utara, Kebayoran Lama, diduga hanyalah puncak gunung es dari praktik gelap yang telah menggerogoti pendapatan negara selama hampir setengah dekade.

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Hasbiallah Ilyas, menilai fenomena ini sebagai tamparan keras bagi sistem pengawasan ekspor-impor nasional. Fakta bahwa sindikat ini mampu mengirimkan hampir 100.000 unit kendaraan ke mancanegara tanpa terdeteksi memicu pertanyaan besar mengenai efektivitas patroli dan pengawasan di lapangan.

Legislator asal Jakarta ini menyatakan ketidakpercayaannya jika operasi sebesar itu digerakkan sendirian. Melalui keterangan resminya di Jakarta, Rabu (13/5/2026), ia menekankan pentingnya transparansi dalam proses hukum yang tengah berjalan.

“Kasus ini harus dibongkar sampai ke akar-akarnya,” tegas Hasbi.

Narasi penegakan hukum ini diperkuat dengan analisis durasi operasional sindikat yang tergolong sangat panjang. Hasbi memberikan catatan khusus bahwa mustahil seorang direktur perusahaan bekerja tanpa sokongan jaringan yang rapi di belakang layar.

“Aksi yang sudah berlangsung selama empat tahun ini pasti tidak hanya melibatkan satu orang, tetapi sindikat yang terorganisir,” lanjut politisi PKB tersebut.

Melihat kompleksitas distribusi yang menjangkau Tahiti hingga Togo, Hasbi mendesak akselerasi penyelidikan agar seluruh aktor yang terlibat segera tertangkap.

“Kami minta kepolisian mengungkap secara jelas dan cepat siapa saja yang terlibat,” ucap Hasbi dengan nada lugas.

Kerugian Negara dan Matinya Pendapatan Pajak

Bukan hanya soal pelanggaran hukum pidana, eksistensi sindikat ini berdampak langsung pada stabilitas ekonomi nasional. Estimasi ekspor 99.000 motor secara ilegal berarti hilangnya potensi triliunan rupiah yang seharusnya masuk ke kas negara. Hasbi menyoroti celah-celah fiskal yang dimanfaatkan oleh para pelaku demi keuntungan pribadi.

“Negara dirugikan karena motor-motor ini diperjualbelikan tanpa mekanisme resmi dan kontribusi pajak,” urai Hasbi saat memaparkan dampak ekonomi dari kasus ini.

Ia juga menambahkan bahwa aktivitas luar jalur hukum ini tidak hanya merusak pasar otomotif resmi, tetapi juga merupakan bentuk pembangkangan terhadap aturan keuangan negara yang sangat fatal.

“Ini menciptakan praktik ekonomi ilegal yang tidak boleh dibiarkan karena merugikan keuangan negara secara nyata,” jelasnya menambahkan.

Investigasi Jalur Pengapalan: Siapa yang Bermain?

Titik krusial yang kini didorong oleh Komisi III adalah penelusuran “jalur tikus” di pelabuhan atau terminal pengapalan. Keberhasilan ribuan motor keluar dari batas wilayah Indonesia tanpa dokumen sah menjadi indikasi adanya celah dalam sistem birokrasi atau pengawasan fisik di pelabuhan.

Hasbi secara retoris mempertanyakan mengapa mata rantai distribusi ini bisa bertahan begitu kokoh sejak tahun 2022 tanpa tersentuh hukum hingga baru-baru ini.

“Bagaimana proses pengirimannya bisa lolos selama bertahun-tahun? Apakah ada pihak yang sengaja membiarkan atau membantu meloloskan?” tanya Hasbi dengan kritis.

Meskipun saat ini Direktur PT Indobike Dua Enam berinisial WS telah berstatus tersangka, DPR RI menginginkan penyelidikan tidak berhenti pada level korporasi saja. Harus ada penelusuran mendalam terhadap kemungkinan adanya oknum yang menjadi “pelicin” jalan bagi sindikat tersebut.

Sebagai penutup, Hasbi mengingatkan bahwa keberhasilan polisi dalam mengusut tuntas hingga ke level internasional adalah kunci untuk mengembalikan kepercayaan publik dan menjaga marwah hukum Indonesia.

“Ini harus diungkap secara terang benderang oleh kepolisian demi memenuhi rasa keadilan masyarakat,” pungkas Hasbi mengakhiri pernyataannya.***

Follow WhatsApp Channel www.harianmurba.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satresnarkoba Polres Pasuruan Amankan 41 Paket Sabu dari Tiga Lokasi
Kasatresnarkoba Polres Tangerang Selatan Ditangkap Bareskrim, Diduga Terlibat Narkoba
Janji Manis Berujung Sel: Kisah R.A. yang Nekat Jadi Kurir Sabu Demi Sejuta, Tapi Malah Kena Prank DP 300 Ribu!
Plot Twist di Gang Kuburan, Bathin Solapan: Duo Kakek 57 Tahun Terciduk Polsek Mandau Saat Asyik Bisnis ‘Tepung Ajaib’!
Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Resmi Tutup Kontingen Karate Cup Piala Polda Jatim di Pantai Rindu Bangkalan
Satres Narkoba Polres Purwakarta Ringkus Dua Pengedar OKT, Ratusan Butir Obat Terlarang Diamankan
Dua ‘Ksatria Malam’ di Mandau Terciduk Bareng 2 Butir Ekstasi, Rencana Party Bubar di Kotak Rokok!
Polres Pasuruan Kota Amankan Tersangka Pencuri Motor di Pohjentrek

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:13 WIB

Satresnarkoba Polres Pasuruan Amankan 41 Paket Sabu dari Tiga Lokasi

Senin, 27 Juli 2026 - 13:22 WIB

Kasatresnarkoba Polres Tangerang Selatan Ditangkap Bareskrim, Diduga Terlibat Narkoba

Minggu, 26 Juli 2026 - 13:53 WIB

Janji Manis Berujung Sel: Kisah R.A. yang Nekat Jadi Kurir Sabu Demi Sejuta, Tapi Malah Kena Prank DP 300 Ribu!

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:43 WIB

Plot Twist di Gang Kuburan, Bathin Solapan: Duo Kakek 57 Tahun Terciduk Polsek Mandau Saat Asyik Bisnis ‘Tepung Ajaib’!

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:41 WIB

Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Resmi Tutup Kontingen Karate Cup Piala Polda Jatim di Pantai Rindu Bangkalan

Berita Terbaru