Investigasi Beban Kerja Dokter Magang, Kemenkes Kirim Tim ke Jambi

Senin, 4 Mei 2026 - 21:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dr. Myta Aprilia Azmy

dr. Myta Aprilia Azmy

Jambi, HarianMurba.com – Ancaman serius kini membayangi kelangsungan program magang kedokteran di Jambi. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan kesiapannya untuk mengambil langkah paling ekstrem jika terbukti ada kelalaian sistemik yang memicu meninggalnya seorang dokter muda.

Pihak otoritas kesehatan pusat tidak menutup kemungkinan untuk menghentikan operasional fasilitas kesehatan yang dinilai gagal melindungi keselamatan tenaga medisnya. Penegasan ini muncul setelah publik mengecam dugaan eksploitasi kerja yang menimpa dr. Myta Aprilia Azmy.

“Langkah tegas termasuk pembekuan sementara wahana internship maupun fasilitas kesehatan yang terlibat,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman dalam keterangan resminya pada Senin, 4 Mei 2026.

Pernyataan tersebut menunjukkan sinyal kuat bahwa pemerintah tidak akan mentoleransi adanya penyimpangan dalam tata kelola tenaga kerja medis. Kemenkes kini tengah membedah manajemen internal rumah sakit guna memastikan apakah prosedur perlindungan kesehatan bagi dokter magang telah dijalankan dengan benar atau justru diabaikan.

Investigasi Menyeluruh di Berbagai Lini

Sebagai bentuk respons cepat, pemerintah pusat telah menginstruksikan tim gabungan untuk segera mendarat di lokasi kejadian. Tim ini membawa misi besar untuk mengaudit seluruh aspek operasional di RSUD K.H Daud Arif.

Aji Muhawarman menjelaskan bahwa audit ini tidak hanya menyasar pada satu titik, melainkan mencakup ekosistem kerja secara luas. Ia menyebutkan bahwa “Kemenkes telah mengirimkan tim investigasi terpadu yang terdiri dari Inspektorat Jenderal, Ditjen SDM Kesehatan, Ditjen Kesehatan Lanjutan, dan tim ahli profesi untuk melakukan penelusuran menyeluruh,” jelasnya.

Langkah ini diambil karena kasus tersebut kini menjadi prioritas nasional. Tim ahli akan membedah beban kerja harian, kualitas pendampingan dari dokter senior, hingga ketersediaan fasilitas pendukung medis yang ada di wahana tersebut.

Menelusuri Rekam Jejak Medis dr. Myta

Selain manajemen rumah sakit, tim investigasi juga fokus pada riwayat kesehatan personal almarhumah. Hal ini dilakukan untuk melihat apakah ada korelasi langsung antara kelelahan fisik yang ekstrem dengan kondisi klinis yang dialami dr. Myta sebelum wafat.

Verifikasi data menjadi kunci dalam menentukan penyebab pasti kematian. Berdasarkan keterangan resmi, “Informasi awal terkait kondisi kesehatan almarhumah, termasuk dugaan penyakit penyerta, akan diverifikasi lebih lanjut,” ucap Aji.

Proses pemeriksaan ini mencakup audit rekam medis saat dr. Myta pertama kali masuk ke fasilitas kesehatan hingga penelusuran hasil medical check up awal saat ia pertama kali ditempatkan sebagai dokter magang pada Agustus tahun lalu.

Kronologi dan Desakan dari Ikatan Alumni

Tragedi ini bermula ketika dr. Myta, yang merupakan alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri), dikabarkan tetap menjalankan tugasnya di tengah kondisi kesehatan yang merosot. Ia sempat mengalami demam tinggi dan sesak napas berat sebelum akhirnya dilarikan ke ICU RSUP Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang.

Meskipun telah mendapatkan perawatan intensif, nyawa dokter muda tersebut tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia pada 1 Mei 2026. Kejadian ini memicu gelombang protes dari rekan sejawat dan alumni.

Ikatan Alumni FK Unsri bahkan telah melayangkan surat resmi kepada Kemenkes sejak 30 April lalu. Dalam surat tersebut, mereka menyoroti minimnya pengawasan dari dokter pembimbing serta adanya kendala teknis seperti kekosongan stok obat-obatan di tempat kerja almarhumah. Selain itu, isu mengenai perundungan juga mulai mencuat ke permukaan, meski hingga kini otoritas terkait masih melakukan pendalaman lebih lanjut.***

Follow WhatsApp Channel www.harianmurba.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menguak Trik Reses ‘Menye-Menye’ Oknum Dewan Bengkalis: Aspirasi Rakyat Wassalam, yang Penting RT/RW Dan Perangkat Desa Diakomodir!
Quick Response Polres Mojokerto Kota Tindaklanjuti Laporan Masyarakat
Pelaku Usaha Limbah B3 dan Penyulingan Oli Bekas di Panongan, Diduga Hendak Suap Wartawan Rp 200 Ribu
Tambang Galian C Ilegal di Cigudeg Bogor Beroperasi Sembunyi – Sembunyi, Warga Resah Lingkungan Rusak
Wartawan Diduga di Intimidasi Ketika Sosial Kontrol Terkait Obat Keras Terlarang Daftar G di Wilayah Hukum Polsek Kalideres
Tangkap Lepas di Rumpin Jadi Sorotan, Oknum Polisi dan Wartawan Diduga Peras Mafia Solar 40 Juta
Coreng Citra Polri, Oknum Satresnarkoba Polres Pasuruan Dilaporkan Atas Dugaan Penganiayaan ‘Brutalitas dan Sadis’
Padang Ilalang di Jatiluhur Terbakar, Polisi Bergerak Cepat Padamkan Api Bersama Warga

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 08:48 WIB

Menguak Trik Reses ‘Menye-Menye’ Oknum Dewan Bengkalis: Aspirasi Rakyat Wassalam, yang Penting RT/RW Dan Perangkat Desa Diakomodir!

Minggu, 26 Juli 2026 - 21:03 WIB

Quick Response Polres Mojokerto Kota Tindaklanjuti Laporan Masyarakat

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:36 WIB

Pelaku Usaha Limbah B3 dan Penyulingan Oli Bekas di Panongan, Diduga Hendak Suap Wartawan Rp 200 Ribu

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:40 WIB

Tambang Galian C Ilegal di Cigudeg Bogor Beroperasi Sembunyi – Sembunyi, Warga Resah Lingkungan Rusak

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:16 WIB

Wartawan Diduga di Intimidasi Ketika Sosial Kontrol Terkait Obat Keras Terlarang Daftar G di Wilayah Hukum Polsek Kalideres

Berita Terbaru