Sanitasi Lingkungan Jadi Kunci, Arzeti Bilbina Minta Warga Tak Panik Hantavirus

Senin, 11 Mei 2026 - 22:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKB, Arzeti Bilbina, menekankan pentingnya sinergi antara edukasi pemerintah dan kedisiplinan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan untuk menangkal risiko Hantavirus.

Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKB, Arzeti Bilbina, menekankan pentingnya sinergi antara edukasi pemerintah dan kedisiplinan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan untuk menangkal risiko Hantavirus.

JAKARTA – Kebersihan area hunian kini menjadi garda terdepan dalam menangkal ancaman Hantavirus. Anggota Komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina, menegaskan bahwa disiplin menjaga sanitasi rumah adalah langkah paling konkret untuk memutus mata rantai penyebaran virus yang dibawa oleh hewan pengerat tersebut.

Langkah ini menyusul laporan mengenai kasus fatal di kapal pesiar MV Hondius. Meski situasi tersebut sempat memicu kekhawatiran, Arzeti mengimbau masyarakat untuk lebih mengedepankan tindakan preventif daripada terjebak dalam kecemasan yang tidak perlu.

Fokus pada Kebersihan Hunian

Menyikapi kekhawatiran publik, Arzeti mengingatkan bahwa sumber utama masalah ini berkaitan erat dengan interaksi manusia dan tikus. Oleh karena itu, sterilisasi tempat tinggal menjadi harga mati.

“Kita bisa mencegah hantavirus ini dari tindakan sederhana seperti mencuci tangan dengan sabung secara berkala, menjaga kebersihan lingkungan, memastikan area penyimpanan makanan tertutup dan steril,” ujarnya saat memberikan keterangan di Jakarta, Senin (11/5/2026).

Politisi dari Fraksi PKB ini menambahkan bahwa kedisiplinan individu dalam mengelola limbah rumah tangga akan sangat menentukan. Dengan memastikan tidak ada celah bagi tikus untuk bersarang, risiko penularan dapat ditekan secara signifikan.

Melawan Disinformasi Pandemi

Isu mengenai potensi pandemi baru seringkali muncul saat ditemukan kasus penyakit menular. Namun, Arzeti menegaskan bahwa Hantavirus memiliki karakteristik yang sangat berbeda dengan virus pernapasan yang memicu pandemi global.

“Kita harus menyikapi informasi ini secara bijak. Jangan panik berlebihan. Berdasarkan penegasan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Hantavirus bukanlah awal dari pandemi baru. Fokus kita saat ini adalah memperkuat langkah pencegahan melalui pola hidup bersih dan sehat (PHBS),” tegas legislator asal Jawa Timur tersebut.

Narasi ketenangan ini sangat penting untuk menjaga stabilitas sosial. Arzeti menekankan bahwa ketakutan massal tanpa dasar medis hanya akan memperburuk keadaan dan memicu kekacauan informasi di tengah masyarakat.

“Kami juga meminta semua pihak tidak menyebarkan informasi tidak berdasar yang hanya akan memicu kepanikan publik,” imbau Arzeti Bilbina lebih lanjut.

Sinergi Edukasi Pemerintah dan Masyarakat

Meski tingkat risiko pandemi dinilai rendah, Arzeti tetap mendesak pemerintah untuk proaktif. Edukasi mengenai gejala awal infeksi harus sampai ke telinga masyarakat di pelosok agar penanganan medis bisa dilakukan lebih cepat.

“Upaya ini harus menjadi sinergi bersama. Pemerintah wajib memberikan edukasi secara masif, sementara masyarakat berperan aktif menjaga kebersihan mulai dari rumah masing-masing,” ungkapnya menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.

Sebagai penutup, ia menggarisbawahi bahwa kesiapan mental dan tindakan nyata di lapangan adalah solusi paling efektif saat ini.

“Sinergi ini penting agar kita bisa meminimalisir segala risiko kesehatan sekecil apa pun,” pungkas sosok yang duduk di komisi kesehatan tersebut.***

Follow WhatsApp Channel www.harianmurba.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aktivitas Anak Krakatau Meningkat, Pemkab Lampung Selatan Ingatkan Warga Gunakan Masker dan Tingkatkan Kewaspadaan
Sigap Bertindak, Polisi Amankan Pria Diduga Palak Warga di Minimarket Purwakarta
Operasi Libas Lodaya 2026, Polres Purwakarta Ungkap 13 Kasus Kejahatan dan Amankan 9 Tersangka
Kanal Kering dan Angin Kencang, Salman Alfarisi Gerakkan 62 Personel Jinakkan Api di Lahan Gambut
Mobil Pengangkut Bantuan Pangan Alami Laka Tunggal di Tanjakan Kampung Pagadungan, Polri Hadir Tangani Situasi
Hendak Menyerahkan Penjual Obat Keras Terlarang Daftar G, Lima Wartawan Malah Ditetapkan Tersangka oleh Polsek Teluknaga
Anggota AWPI Bandar Lampung Dikeroyok Preman Saat Liputan Proyek Gapura UIN Raden Intan Lampung
Yusril Angkat Bicara soal Dugaan Galian Tanpa Izin: Sebut sebagai Program Prioritas Nasional Ketahanan Pangan

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 21:45 WIB

Aktivitas Anak Krakatau Meningkat, Pemkab Lampung Selatan Ingatkan Warga Gunakan Masker dan Tingkatkan Kewaspadaan

Sabtu, 5 September 2026 - 17:07 WIB

Sigap Bertindak, Polisi Amankan Pria Diduga Palak Warga di Minimarket Purwakarta

Kamis, 3 September 2026 - 21:18 WIB

Operasi Libas Lodaya 2026, Polres Purwakarta Ungkap 13 Kasus Kejahatan dan Amankan 9 Tersangka

Kamis, 3 September 2026 - 20:30 WIB

Kanal Kering dan Angin Kencang, Salman Alfarisi Gerakkan 62 Personel Jinakkan Api di Lahan Gambut

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:23 WIB

Mobil Pengangkut Bantuan Pangan Alami Laka Tunggal di Tanjakan Kampung Pagadungan, Polri Hadir Tangani Situasi

Berita Terbaru