LAMONGAN, HarianMurba.com – Stabilitas harga pasar kini menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam menjaga kekuatan ekonomi akar rumput. Melalui penyaluran bantuan pangan massal, pemerintah daerah berupaya menciptakan jaring pengaman agar fluktuasi harga kebutuhan pokok tidak membebani daya beli masyarakat.
Langkah konkret ini terlihat dalam distribusi bantuan yang dilakukan serentak di beberapa titik strategis pada Jumat (8/5/2026). Penyaluran ini menjadi instrumen penting untuk memastikan pasokan pangan di tingkat rumah tangga tetap terpenuhi di tengah tantangan ekonomi global.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menjelaskan bahwa intervensi ini adalah bentuk kehadiran negara. Dalam kunjungannya ke Desa Pucangro (Kecamatan Kalitengah) dan Desa Sumberwudi (Kecamatan Karanggeneng), ia menegaskan bahwa pengawasan stok pangan dilakukan secara berkala agar kebutuhan dasar warga selalu tersedia dan aman.
Mengenai efektivitas program dalam menjaga stabilitas pasar, orang nomor satu di Lamongan tersebut memberikan penjelasan mendalam. Ia menekankan bahwa bantuan ini berfungsi sebagai penyeimbang harga di lapangan.
“Hal ini juga untuk pengendali harga, jangan sampai harga beras menjadi mahal sehingga masyarakat kesusahan membeli beras,” ujar pria yang akrab disapa Pak Yes tersebut saat memantau distribusi.
Narasi senada juga disampaikan oleh pihak legislatif dan otoritas pangan yang hadir. Anggota Komisi VI DPR RI Ahmad Labib bersama Pimpinan Perum BULOG Bojonegoro Umar Said turut memastikan bahwa kualitas komoditas yang diterima warga sesuai standar. Di lokasi berbeda, yakni Balai Desa Primpen, Kecamatan Bluluk, Wakil Bupati Dirham Akbar Aksara juga memimpin langsung proses penyerahan bantuan agar tepat sasaran.
Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mendapatkan paket konsumsi rutin berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng. Secara akumulatif, Kabupaten Lamongan mengalokasikan bantuan untuk 177.486 penerima. Jika dikalkulasikan, total volume bantuan mencapai 3.549.720 kilogram beras serta 709.944 liter minyak goreng yang disebar ke seluruh pelosok wilayah.
Terkait komitmen jangka panjang terhadap kesejahteraan warga, Bupati Yes menambahkan poin penting mengenai keberlanjutan akses pangan.
“Ini menunjukkan perhatian pemerintah untuk seluruh masyarakat,” tegas Bupati Lamongan di hadapan para penerima manfaat.
Sebagai langkah antisipatif, Pemkab Lamongan kini menggeser fokus pada penguatan sektor hulu pertanian. Ancaman kemarau panjang dan cuaca ekstrem menjadi dasar pemerintah untuk mempercepat program pompaisasi serta pembangunan irigasi perpipaan. Upaya ini dilakukan agar produktivitas lahan tetap terjaga, sehingga Lamongan tetap kokoh menyandang status sebagai lumbung pangan utama di Jawa Timur meskipun menghadapi tantangan iklim.***







