Dini Rahmania Kritik Lambatnya Ground Checking Data Bansos DTKS

Kamis, 14 Mei 2026 - 05:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Legislator Fraksi NasDem, Dini Rahmania, menekankan pentingnya percepatan ground checking DTKS agar bantuan sosial tepat sasaran.

Legislator Fraksi NasDem, Dini Rahmania, menekankan pentingnya percepatan ground checking DTKS agar bantuan sosial tepat sasaran.

JAKARTA – Distribusi bantuan sosial (bansos) di tingkat daerah masih dibayangi persoalan klasik: ketidaktepatan sasaran. Masalah ini mencuat kembali setelah terungkap bahwa proses verifikasi faktual di lapangan berjalan sangat lambat, sehingga data yang digunakan tidak lagi mencerminkan kondisi riil masyarakat.

Urgensi Pembaruan Data Lapangan

Lambatnya proses ground checking menjadi akar masalah mengapa bantuan pemerintah seringkali salah alamat. Ketertinggalan pembaruan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) membuat jurang pemisah antara warga yang membutuhkan dengan daftar penerima resmi semakin lebar.

Anggota Komisi VIII DPR RI, Dini Rahmania, mengungkapkan bahwa aspirasi dari daerah menekankan pada lemahnya pembaruan data tersebut.

“Mereka menyampaikan masalah ground checking DTKS (data terpadu kesejahteraan sosial) yang sampai hari ini masih dinilai terlambat, lama, dan tidak segera update,” jelas Dini saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Politisi dari Fraksi NasDem ini menambahkan bahwa kendala teknis tersebut memiliki dampak langsung pada efektivitas program pemerintah.

“sehingga membuat bansos ini tidak tepat sasaran,” lanjutnya usai menerima kunjungan kerja dari Komisi III DPRD Kota Probolinggo.

Realita di Kabupaten dan Kota

Kesenjangan informasi antara data administratif dan kondisi di lapangan memicu protes di berbagai wilayah. Banyak warga kategori rentan justru terlewatkan dalam pendataan, sementara proses validasi berjalan di tempat.

Menanggapi laporan dari konstituen di Jawa Timur, Dini Rahmania membenarkan bahwa banyak keluhan mengenai warga yang seharusnya dibantu namun justru terabaikan.

“Sampai hari ini di kabupaten dan kota masih banyak bansos yang belum tepat sasaran,” ungkap legislator yang membidangi urusan sosial tersebut.

Ia menegaskan bahwa ketidakakuratan ini menciptakan ketidakadilan bagi masyarakat bawah yang sangat bergantung pada bantuan tersebut.

“Bahkan yang seharusnya mendapat, masih saja banyak yang tidak mendapat,” tutur Dini dengan nada prihatin.

Tantangan Verifikasi dan Langkah Strategis

Proses ground check atau pengecekan langsung ke rumah tangga sasaran seharusnya menjadi garda terdepan dalam akurasi bantuan. Namun, keterlibatan petugas di lapangan dan koordinasi antarlembaga dinilai belum maksimal dalam melakukan validasi faktual.

Dini menekankan bahwa tumpukan data yang belum terverifikasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) maupun instansi terkait menjadi hambatan utama yang harus segera diurai.

“Sampai hari ini masih banyak yang belum di-ground-check,” tegas wakil rakyat dari Dapil Jatim II (Probolinggo dan Pasuruan) itu.

Kekosongan validasi ini menyebabkan data penerima bantuan bersifat statis dan tidak adaptif terhadap perubahan status ekonomi warga.

“dan belum diverifikasi oleh BPS,” tambahnya saat menjelaskan kendala birokrasi di tingkat pusat dan daerah.

Komitmen Pengawasan ke Kemensos

Sebagai tindak lanjut, Komisi VIII DPR RI berencana membawa persoalan ini dalam rapat kerja bersama mitra pemerintah. Akselerasi verifikasi data menjadi harga mati agar siklus bansos periode berikutnya tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Dini Rahmania memastikan bahwa keluhan dari DPRD Kota Probolinggo ini akan menjadi poin krusial untuk didorong ke pemerintah pusat.

“Tindak lanjutnya pasti akan saya sampaikan kepada Kementerian Sosial,” tegas Dini mengenai langkah diplomasi parlemennya.

Sebagai penutup, ia menekankan perlunya transparansi dan keberanian untuk menghapus data warga yang sudah tidak layak menerima bantuan (graduasi), demi memberikan ruang bagi mereka yang benar-benar membutuhkan.

“Harapannya yang berhak mendapat, mendapatkan bantuan, dan yang sudah tidak berhak, tidak mendapatkan bantuan,” pungkas srikandi parlemen tersebut.***

Follow WhatsApp Channel www.harianmurba.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menanti Keppres IKN: PKB Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota Sah Sesuai Putusan MK
Nasib 1,6 Juta Guru Honorer: Komisi X DPR Ingatkan Risiko Kekosongan Pendidik di 2027
Implementasi PP Tunas, DPR RI Desak Platform Digital Siapkan Fitur Parental Consent
Strategi Penyelamatan Industri Baja Nasional, DPR Desak Pembatasan Impor China
Target 7 Bulan: Baleg DPR Kawal Aturan Pelaksana UU Perlindungan PRT
TNI Gembleng Awardee LPDP, DPR: Mereka Harus Ingat Dibiayai Pajak Rakyat
Perang Timur Tengah Tekan Pasar, Nilai Tukar Rupiah Terbukti Lebih Tangguh dari Baht
Hindun Anisah Desak Pengetatan Standar Kesehatan Hewan Kurban Jelang Idul Adha 2026

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 05:27 WIB

Dini Rahmania Kritik Lambatnya Ground Checking Data Bansos DTKS

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:17 WIB

Menanti Keppres IKN: PKB Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota Sah Sesuai Putusan MK

Minggu, 10 Mei 2026 - 06:46 WIB

Nasib 1,6 Juta Guru Honorer: Komisi X DPR Ingatkan Risiko Kekosongan Pendidik di 2027

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:35 WIB

Implementasi PP Tunas, DPR RI Desak Platform Digital Siapkan Fitur Parental Consent

Jumat, 8 Mei 2026 - 22:12 WIB

Strategi Penyelamatan Industri Baja Nasional, DPR Desak Pembatasan Impor China

Berita Terbaru