Jakarta, HarianMurba.com – Kewajiban moral para penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) kini menjadi sorotan utama di Senayan. Bukan sekadar prestasi akademik, para intelektual muda Indonesia kini dituntut memiliki ikatan ideologis yang kuat dengan tanah air agar tidak melupakan tanggung jawab mereka setelah lulus dari luar negeri.
Langkah konkret yang muncul adalah wacana keterlibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk memberikan pembekalan semangat nasionalisme. Gagasan ini pun mendapat lampu hijau dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
Uang Rakyat di Balik Kursi Kuliah
Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, menegaskan bahwa para penerima beasiswa harus sadar bahwa setiap rupiah yang mereka gunakan adalah hasil keringat masyarakat. Oleh karena itu, penanaman rasa cinta tanah air menjadi harga mati.
Politisi yang akrab disapa Kang Cucun ini menyampaikan pendapatnya dengan lugas. Saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, pada Selasa (5/5/2026), ia menyatakan:
“Bagi saya begini, nasionalisme itu mau ditanamkan kepada setiap penerima LPDP oleh siapapun juga (tidak masalah),” ujar sosok yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP PKB tersebut.
Menurutnya, instansi mana pun yang memberikan materi kebangsaan tidaklah menjadi persoalan utama. Fokusnya adalah pada efektivitas pesan yang disampaikan kepada para calon pemimpin masa depan tersebut.
“mau dari BPIP, mau TNI saya setuju,” tegas Kang Cucun menambahkan pernyataan sebelumnya.
Narasi Tanggung Jawab Intelektual
Selain aspek ideologis, keterlibatan TNI diharapkan mampu memberikan sentuhan disiplin yang lebih tinggi. Hal ini sangat krusial mengingat tantangan global yang seringkali membuat para lulusan terbaik “terlena” dengan fasilitas di negara maju.
Pemerintah ingin memastikan bahwa investasi besar negara melalui Kemenkeu membuahkan hasil nyata bagi pembangunan domestik. Kang Cucun mengingatkan bahwa beasiswa ini bukan sekadar fasilitas cuma-cuma dari pemerintah.
“Yang pasti alumni LPDP ini harus tahu, ini kan mereka diberangkatkan ke sana dibiayai oleh negara, dibiayai oleh rakyat,” tutur legislator asal Jawa Barat tersebut dengan nada serius.
Kesadaran akan sumber pendanaan ini diharapkan menjadi rem bagi para alumni yang berniat menetap permanen di luar negeri secara ilegal atau melanggar kontrak pengabdian.
“maka harus ingat kembali ke Indonesia untuk membangun bangsa,” lanjut Kang Cucun sebagai penutup pesannya bagi para awardee.
Menekan Angka Alumni yang Enggan Pulang
Berdasarkan data evaluasi terbaru, pemerintah mendeteksi ribuan alumni yang tidak segera kembali ke tanah air. Fenomena “lupa pulang” ini dianggap merugikan kedaulatan ekonomi dan pemikiran nasional. Oleh sebab itu, kebijakan baru mulai diintegrasikan untuk memperketat pengawasan melalui materi bela negara yang lebih intensif.
Sebagai penutup, DPR RI menekankan bahwa alumni LPDP harus menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan bangsa. Keterlibatan TNI bukan bertujuan untuk militerisasi pendidikan, melainkan untuk membangun ketahanan mental agar para intelektual tetap menempatkan kepentingan Indonesia di atas ambisi pribadi di kancah internasional.***







