Trisna Mukti Arisandy Sebut Reformasi Belum Tuntas: Oligarki Berganti Wajah, Rakyat Masih Menanggung Beban

Jumat, 22 Mei 2026 - 22:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trisna Mukti Arisandy,  Founder Harian Murba, Kabar Kiri, Suara Kiri dan Solidaritas.online

Trisna Mukti Arisandy, Founder Harian Murba, Kabar Kiri, Suara Kiri dan Solidaritas.online

PURWAKARTA — Tepat 28 tahun runtuhnya rezim Orde Baru, aktivis muda asal Purwakarta, Trisna Mukti Arisandy, menilai semangat reformasi hingga hari ini masih jauh dari kata selesai. Menurutnya, pergantian kekuasaan sejak 1998 belum sepenuhnya menghadirkan keadilan sosial bagi rakyat kecil.

Trisna yang dikenal sebagai Founder Harian Murba, Solidaritas.Online, Kabar Kiri, dan Suara Kiri itu mengatakan, momen lengsernya pada 21 Mei 1998 lahir dari akumulasi kemarahan rakyat terhadap sistem yang menindas selama puluhan tahun.

“Hari ini 28 tahun lalu, Soeharto mengucapkan kalimat ‘Saya menyatakan berhenti’. Itu bukan hanya akhir sebuah jabatan presiden, tapi simbol runtuhnya kekuasaan yang dibangun di atas ketakutan, pembungkaman, dan penderitaan rakyat,” ujar Trisna kepada wartawan, Jumat (22/5/2026).

Mantan Pemimpin Redaksi DailyNotif.com dan mantan Ketua DPD PWOD Purwakarta itu menyebut, gerakan reformasi tidak lahir dari ruang nyaman elite politik, melainkan dari jalanan yang dipenuhi mahasiswa, buruh, dan masyarakat kecil yang sudah terlalu lama hidup dalam tekanan.

“Jutaan orang turun ke jalan bukan karena ingin jadi pahlawan. Mereka bergerak karena sudah muak dengan ketidakadilan dan keadaan yang terus menekan rakyat,” katanya.

Selain aktif di dunia media alternatif, Trisna juga dikenal aktif dalam gerakan sosial dan perjuangan isu-isu kelas pekerja di Purwakarta. Ia menilai kondisi hari ini justru menunjukkan bahwa pola kekuasaan lama masih terus hidup dalam wajah yang berbeda.

“Oligarki sekarang hanya berganti wajah, bukan berganti watak. Hukum masih sering tajam ke bawah, suara kritis masih dibungkam, dan kekuasaan diwariskan lewat dinasti yang gerakannya lebih rapi,” tegasnya.

Menurut dia, situasi ekonomi yang semakin berat juga menjadi bukti bahwa reformasi belum sepenuhnya dirasakan rakyat kecil. Naiknya nilai tukar dolar terhadap rupiah dinilai akan kembali berdampak pada harga kebutuhan pokok dan biaya hidup masyarakat.

“Hari ini dolar kembali naik. Efeknya pasti terasa ke rakyat bawah. Harga kebutuhan ikut bergerak, sementara banyak pekerja dan masyarakat kecil penghasilannya tidak ikut naik,” ujarnya.

Sebagai aktivis buruh muda, Trisna menilai reformasi seharusnya tidak berhenti pada pergantian rezim semata, melainkan harus menghadirkan keadilan yang nyata bagi masyarakat luas.

“Reformasi bukan sekadar tanggal dalam sejarah atau seremoni tahunan. Reformasi adalah perjuangan yang belum selesai. Selama rakyat kecil masih dipinggirkan, maka semangat perlawanan itu akan tetap hidup,” pungkasnya.***

Follow WhatsApp Channel www.harianmurba.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPR Desak Moratorium Pengembangan Panas Bumi Gunung Tampomas, Soroti Risiko Lingkungan dan Penerimaan Masyarakat
Ratna Juwita Desak Hukuman Tegas Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi, Soroti Celah Sistem Digital Pertamina
Menyedihkan, Kasus Bunuh Diri Anak Melonjak di Tengah Ancaman Depresi Remaja
Kasus Sampang: Anggota DPR Desak LPSK Beri Perlindungan Trauma Maksimal Korban
Kemenko PM Gandeng UNSIA, 500 Kader Pemberdayaan Masyarakat Dapat Beasiswa S1
DPR Desak Kemhan Hentikan Sementara Latsarmil SPPI 2026 Usai Lima Peserta Meninggal
Sambangi Pulau Penjara Bersama Menimipas, Titiek Soeharto Puji Transformasi 135 Hektare Lahan Nusakambangan
90 Ribu Ton Beras Rusak Jadi Alarm Pengelolaan Stok, DPR Minta Distribusi Segera Dilakukan

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 08:03 WIB

DPR Desak Moratorium Pengembangan Panas Bumi Gunung Tampomas, Soroti Risiko Lingkungan dan Penerimaan Masyarakat

Minggu, 19 Juli 2026 - 07:51 WIB

Ratna Juwita Desak Hukuman Tegas Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi, Soroti Celah Sistem Digital Pertamina

Sabtu, 11 Juli 2026 - 19:10 WIB

Menyedihkan, Kasus Bunuh Diri Anak Melonjak di Tengah Ancaman Depresi Remaja

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:52 WIB

Kasus Sampang: Anggota DPR Desak LPSK Beri Perlindungan Trauma Maksimal Korban

Rabu, 1 Juli 2026 - 07:03 WIB

Kemenko PM Gandeng UNSIA, 500 Kader Pemberdayaan Masyarakat Dapat Beasiswa S1

Berita Terbaru