Transformasi 14,9 Juta Siswa Sekolah Rakyat, Menko Muhaimin Dorong Lulusan Jadi Agen Pemberdayaan

Rabu, 29 April 2026 - 22:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menko Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar saat memberikan pidato dalam acara Satu Tahun Sekolah Rakyat di Jakarta

Menko Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar saat memberikan pidato dalam acara Satu Tahun Sekolah Rakyat di Jakarta

Jakarta, HarianMurba.com – Fokus utama pengentasan kemiskinan di Indonesia kini bergeser dari sekadar pemberian bantuan menjadi penciptaan motor penggerak ekonomi baru di tingkat akar rumput.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, memproyeksikan jutaan anak dari keluarga prasejahtera untuk tidak lagi bergantung pada subsidi pemerintah di masa depan.

Beliau menekankan pentingnya perubahan peran para siswa agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi lingkungannya setelah menyelesaikan pendidikan.

“Lulusan Sekolah Rakyat harus menjadi agen pemberdayaan,” tegas sosok yang akrab disapa Gus Imin tersebut saat menghadiri evaluasi satu tahun program di Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Langkah ini diambil guna memastikan bahwa investasi pendidikan yang diberikan negara membuahkan hasil konkret bagi ketahanan ekonomi nasional.

Pemerintah telah merancang pemetaan karier yang presisi agar talenta setiap anak dapat tersalurkan ke sektor-sektor produktif yang tepat.

“Mereka yang berbakat akan terus difasilitasi, yang berpotensi menjadi ilmuwan akan disalurkan, dan yang memilih jalur profesi juga dipersiapkan secara matang,” imbuh Menko Muhaimin dalam pidatonya.

Evaluasi satu tahun perjalanan program menunjukkan hasil yang signifikan dalam menjangkau wilayah-wilayah sulit di Indonesia.

Program ini dianggap sebagai solusi tercepat bagi anak-anak kurang mampu untuk mendapatkan akses kualitas pendidikan setara sekolah unggulan.

Gus Imin menjelaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar program teknis, melainkan perwujudan dari janji politik kepala negara.

“Sekolah Rakyat adalah inisiatif langsung Presiden dan menjadi bagian dari visi besar untuk mengatasi kemiskinan secara sistematis melalui pendidikan,” paparnya kepada awak media.

Hingga saat ini, sebanyak 166 Sekolah Rakyat telah berdiri kokoh dan beroperasi secara penuh di seluruh 34 provinsi di tanah air.

Daya jangkau program ini sangat masif dengan total peserta didik yang telah mencapai angka lebih dari 14,9 juta anak.

Seluruh siswa tersebut berasal dari latar belakang keluarga miskin yang mendapatkan fasilitas pendidikan penuh tanpa dipungut biaya sepeser pun.

Model pendidikan yang diterapkan mengusung konsep asrama holistik untuk memastikan karakter dan akademik siswa terpantau selama 24 jam penuh.

Fasilitas yang disediakan mencakup asrama modern, laboratorium canggih, perpustakaan digital, hingga layanan kesehatan terpadu di dalam lingkungan sekolah.

Keberadaan sarana olahraga dan tempat ibadah juga menjadi bagian integral dalam membentuk keseimbangan mental dan fisik para peserta didik.

Sebagai penutup, keberhasilan Sekolah Rakyat diproyeksikan akan menjadi standar baru atau blueprint bagi sistem pendidikan inklusif di negara-negara berkembang lainnya.

Pemerintah kini mulai melirik potensi kolaborasi internasional agar lulusan Sekolah Rakyat memiliki sertifikasi yang diakui secara global di pasar kerja dunia.***

Follow WhatsApp Channel www.harianmurba.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPR Desak Moratorium Pengembangan Panas Bumi Gunung Tampomas, Soroti Risiko Lingkungan dan Penerimaan Masyarakat
Ratna Juwita Desak Hukuman Tegas Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi, Soroti Celah Sistem Digital Pertamina
Menyedihkan, Kasus Bunuh Diri Anak Melonjak di Tengah Ancaman Depresi Remaja
Kasus Sampang: Anggota DPR Desak LPSK Beri Perlindungan Trauma Maksimal Korban
Kemenko PM Gandeng UNSIA, 500 Kader Pemberdayaan Masyarakat Dapat Beasiswa S1
DPR Desak Kemhan Hentikan Sementara Latsarmil SPPI 2026 Usai Lima Peserta Meninggal
Sambangi Pulau Penjara Bersama Menimipas, Titiek Soeharto Puji Transformasi 135 Hektare Lahan Nusakambangan
90 Ribu Ton Beras Rusak Jadi Alarm Pengelolaan Stok, DPR Minta Distribusi Segera Dilakukan

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 08:03 WIB

DPR Desak Moratorium Pengembangan Panas Bumi Gunung Tampomas, Soroti Risiko Lingkungan dan Penerimaan Masyarakat

Minggu, 19 Juli 2026 - 07:51 WIB

Ratna Juwita Desak Hukuman Tegas Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi, Soroti Celah Sistem Digital Pertamina

Sabtu, 11 Juli 2026 - 19:10 WIB

Menyedihkan, Kasus Bunuh Diri Anak Melonjak di Tengah Ancaman Depresi Remaja

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:52 WIB

Kasus Sampang: Anggota DPR Desak LPSK Beri Perlindungan Trauma Maksimal Korban

Rabu, 1 Juli 2026 - 07:03 WIB

Kemenko PM Gandeng UNSIA, 500 Kader Pemberdayaan Masyarakat Dapat Beasiswa S1

Berita Terbaru