Semakin Banyak Tokoh Buruh Masuk Pemerintahan, Gerakan Pekerja Hadapi Babak Baru

Sabtu, 6 Juni 2026 - 04:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah tokoh buruh Indonesia menjadi sorotan setelah menduduki posisi strategis di pemerintahan, lembaga negara, dan BUMN pada era Presiden Prabowo Subianto.

Sejumlah tokoh buruh Indonesia menjadi sorotan setelah menduduki posisi strategis di pemerintahan, lembaga negara, dan BUMN pada era Presiden Prabowo Subianto.

Jakarta – Peta gerakan buruh Indonesia memasuki fase baru. Dalam beberapa waktu terakhir, semakin banyak tokoh serikat pekerja dan aktivis perburuhan yang memperoleh posisi strategis di pemerintahan maupun badan usaha milik negara (BUMN).

Perkembangan terbaru muncul setelah beredarnya kabar Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, akan bergabung ke pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Meski belum ada pengumuman resmi, isu tersebut langsung menjadi perhatian karena dapat menambah daftar tokoh buruh yang masuk ke lingkar kekuasaan.

Jika terealisasi, Said Iqbal akan menyusul sejumlah nama yang lebih dahulu menempati jabatan publik pada era pemerintahan saat ini.

Dari Menteri hingga Komisaris

Sebelumnya, tokoh buruh Jumhur Hidayat telah lebih dulu masuk kabinet. Ia dipercaya menjabat Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.

Di sisi lain, Ilhamsyah yang dikenal sebagai pemimpin Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) dan anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) juga mendapat penugasan sebagai Komisaris PT Pelindo.

Fenomena tersebut menunjukkan semakin terbukanya ruang bagi kalangan aktivis buruh untuk terlibat langsung dalam proses pengambilan kebijakan maupun pengelolaan institusi negara.

Masuknya tokoh-tokoh perburuhan ke pemerintahan juga dinilai sebagai pengakuan terhadap peran gerakan pekerja dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan politik nasional.

Perdebatan Lama: Masuk Kekuasaan atau Tetap Mengontrol

Di tengah tren tersebut, muncul kembali perdebatan yang selama ini berkembang di kalangan serikat pekerja. Sebagian pihak menilai keterlibatan aktivis buruh di pemerintahan dapat mempercepat perjuangan aspirasi pekerja karena akses terhadap pengambilan keputusan menjadi lebih terbuka.

Namun, ada pula pandangan yang menilai gerakan buruh tetap membutuhkan figur yang berada di luar pemerintahan untuk menjalankan fungsi kontrol terhadap kebijakan negara.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, termasuk salah satu tokoh yang memilih tidak bergabung ke kabinet meski mengaku pernah menerima sejumlah tawaran jabatan.

Dalam keterangannya, Andi Gani menegaskan pilihannya untuk tetap berada di jalur organisasi pekerja.

“Saya lebih memilih jalan perjuangan sebagai pemimpin buruh. Saya mendoakan teman-teman buruh yang masuk di dalam Pemerintahan untuk tetap memperjuangkan hak-hak buruh,” kata Andi Gani dalam keterangannya, Jumat (5/6/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas kabar yang menyebut Said Iqbal akan masuk ke pemerintahan.

Pernah Ditawari Jabatan Strategis

Andi Gani mengungkapkan dirinya pernah mendapatkan tawaran bergabung ke pemerintahan sejak era Presiden Joko Widodo hingga masa Presiden Prabowo Subianto.

Bahkan, pada pemerintahan saat ini ia mengaku sempat ditawari memimpin Dewan Kesejahteraan Buruh. Namun, tawaran tersebut tidak diambil.

Menurutnya, hubungan baik dengan pemerintah tidak harus diwujudkan melalui jabatan di kabinet.

“Hubungan saya dengan Presiden Prabowo terjalin sangat baik. Saya juga menjelaskan kepada Presiden Prabowo soal pilihan saya untuk tetap memilih sebagai Presiden Buruh dan tetap mendukung Pemerintahan Prabowo Subianto,” ujarnya.

Meski berada di luar pemerintahan, Andi Gani menegaskan tetap mendukung berbagai program pemerintah yang dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat dan pekerja.

Babak Baru Gerakan Buruh Indonesia

Selain aktif di organisasi pekerja, Andi Gani juga pernah menjabat Komisaris Utama PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk atau PTPP pada periode 2014–2023 sebelum mengundurkan diri. Saat ini ia juga bertugas sebagai Staf Ahli Kapolri Bidang Ketenagakerjaan.

Sementara itu, keberadaan Jumhur Hidayat di kabinet dan Ilhamsyah di jajaran komisaris BUMN memperlihatkan semakin banyaknya representasi kalangan buruh di institusi negara.

Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, masuknya para aktivis buruh ke pemerintahan menandai perubahan strategi perjuangan pekerja di Indonesia. Sebagian memilih memperjuangkan aspirasi dari dalam struktur kekuasaan, sementara sebagian lainnya tetap berada di luar sebagai pengawas kebijakan.

Perkembangan tersebut diperkirakan akan terus memengaruhi arah gerakan buruh nasional pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.***

Follow WhatsApp Channel www.harianmurba.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPR Desak Moratorium Pengembangan Panas Bumi Gunung Tampomas, Soroti Risiko Lingkungan dan Penerimaan Masyarakat
Ratna Juwita Desak Hukuman Tegas Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi, Soroti Celah Sistem Digital Pertamina
Menyedihkan, Kasus Bunuh Diri Anak Melonjak di Tengah Ancaman Depresi Remaja
Kasus Sampang: Anggota DPR Desak LPSK Beri Perlindungan Trauma Maksimal Korban
Kemenko PM Gandeng UNSIA, 500 Kader Pemberdayaan Masyarakat Dapat Beasiswa S1
DPR Desak Kemhan Hentikan Sementara Latsarmil SPPI 2026 Usai Lima Peserta Meninggal
Sambangi Pulau Penjara Bersama Menimipas, Titiek Soeharto Puji Transformasi 135 Hektare Lahan Nusakambangan
90 Ribu Ton Beras Rusak Jadi Alarm Pengelolaan Stok, DPR Minta Distribusi Segera Dilakukan

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 08:03 WIB

DPR Desak Moratorium Pengembangan Panas Bumi Gunung Tampomas, Soroti Risiko Lingkungan dan Penerimaan Masyarakat

Minggu, 19 Juli 2026 - 07:51 WIB

Ratna Juwita Desak Hukuman Tegas Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi, Soroti Celah Sistem Digital Pertamina

Sabtu, 11 Juli 2026 - 19:10 WIB

Menyedihkan, Kasus Bunuh Diri Anak Melonjak di Tengah Ancaman Depresi Remaja

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:52 WIB

Kasus Sampang: Anggota DPR Desak LPSK Beri Perlindungan Trauma Maksimal Korban

Rabu, 1 Juli 2026 - 07:03 WIB

Kemenko PM Gandeng UNSIA, 500 Kader Pemberdayaan Masyarakat Dapat Beasiswa S1

Berita Terbaru