Lestari Moerdijat Dorong Digitalisasi 313 Cagar Budaya Nasional Berbasis Data BPS

Senin, 27 April 2026 - 00:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menekankan pentingnya integrasi data akurat dalam memperkuat identitas dan ekonomi berbasis kebudayaan di Jakarta

Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menekankan pentingnya integrasi data akurat dalam memperkuat identitas dan ekonomi berbasis kebudayaan di Jakarta

HarianMurba.com, Jakarta – Indonesia mencatatkan lonjakan signifikan pada jumlah aset budaya nasional yang terdata hingga tahun 2026.

Sebanyak 85 situs baru kini resmi menyandang status cagar budaya tingkat nasional, sehingga totalnya mencapai 313 situs.

Pertumbuhan pesat juga terjadi pada sektor warisan budaya tak benda yang saat ini telah menembus angka 2.727 entitas.

Peningkatan angka ini menjadi fondasi kuat bagi pemerintah untuk mengintegrasikan sektor kebudayaan ke dalam arus utama pembangunan nasional.

Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menilai bahwa validitas data adalah kunci utama dalam merumuskan arah kebijakan ke depan.

“Data kebudayaan yang akurat sangat penting sebagai dasar penerapan kebijakan yang tepat di masa datang,” tegas sosok yang akrab disapa Rerie tersebut.

Legislator dari Partai NasDem ini menekankan bahwa data bukan sekadar angka, melainkan instrumen untuk memicu keterlibatan publik.

Rerie berpendapat bahwa penguatan identitas bangsa harus dimulai dari akar rumput melalui partisipasi kolektif.

“Mendorong partisipasi aktif masyarakat dan pelaku budaya dalam proses pembangunan sangat penting dalam penguatan basis budaya masyarakat,” ungkap Rerie dalam keterangan tertulisnya, Minggu (26/4/2026).

Langkah strategis untuk mewujudkan basis data yang solid sebenarnya telah dirintis sejak satu tahun lalu.

Kementerian Kebudayaan dan Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengukuhkan kerja sama melalui nota kesepahaman (MoU) pada 2025.

Kolaborasi ini mencakup penyediaan, pemanfaatan, hingga pengembangan data statistik yang spesifik menyasar sektor kebudayaan.

Keberadaan data yang terintegrasi ini diharapkan tidak berhenti pada tataran dokumentasi administratif semata.

Anggota Komisi X DPR RI itu mendorong agar seluruh warisan budaya tersebut segera masuk ke dalam proses digitalisasi.

Digitalisasi dianggap sebagai langkah konkret untuk menciptakan ekosistem informasi yang transparan dan mudah diakses oleh masyarakat luas.

Selain itu, Rerie menyoroti pentingnya menyelaraskan upaya pelestarian dengan aspek kemanfaatan yang lebih luas.

Ia ingin setiap aset budaya yang ada mampu memberikan timbal balik positif terhadap kesejahteraan finansial warga sekitar.

Upaya perlindungan budaya, menurutnya, harus berjalan beriringan dengan strategi pemanfaatan yang memiliki nilai ekonomi.

Melalui data yang presisi, pemerintah diharapkan mampu melahirkan program yang tidak hanya melestarikan masa lalu, tetapi juga menghidupi masa depan.

Politisi perempuan dari Majelis Tinggi Partai NasDem ini optimis bahwa pembangunan sektor kebudayaan akan menjadi lebih terukur.

Ke depan, ekosistem data yang kuat diharapkan menjadi katalisator bagi lahirnya pembangunan nasional yang berkelanjutan dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.**

Follow WhatsApp Channel www.harianmurba.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Nasim Khan Minta Pengawasan Ketat Jika HET MinyaKita Naik, Cegah Penimbunan dan Harga Melonjak
Semakin Banyak Tokoh Buruh Masuk Pemerintahan, Gerakan Pekerja Hadapi Babak Baru
Penerbangan Surabaya–Jember Resmi Dibuka, Gus Rivqy Sebut Dorong Ekonomi dan Ibadah Haji
Timwas DPR Minta KBIHU Tidak Dijadikan Kambing Hitam dalam Dinamika Haji 2026
Stop Fotokopi KTP Elektronik, Komisi II DPR Tegaskan Bahaya Kebocoran Data
Lestari Moerdijat Kritik Budaya Instan Calon Pemimpin Masa Depan
Trisna Mukti Arisandy Sebut Reformasi Belum Tuntas: Oligarki Berganti Wajah, Rakyat Masih Menanggung Beban
Istilah Teknik Diubah Jadi Rekayasa, DPR Ingatkan Kebebasan Akademik Kampus

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 04:52 WIB

Nasim Khan Minta Pengawasan Ketat Jika HET MinyaKita Naik, Cegah Penimbunan dan Harga Melonjak

Sabtu, 6 Juni 2026 - 04:45 WIB

Semakin Banyak Tokoh Buruh Masuk Pemerintahan, Gerakan Pekerja Hadapi Babak Baru

Senin, 1 Juni 2026 - 18:55 WIB

Penerbangan Surabaya–Jember Resmi Dibuka, Gus Rivqy Sebut Dorong Ekonomi dan Ibadah Haji

Senin, 1 Juni 2026 - 05:04 WIB

Timwas DPR Minta KBIHU Tidak Dijadikan Kambing Hitam dalam Dinamika Haji 2026

Senin, 1 Juni 2026 - 04:50 WIB

Stop Fotokopi KTP Elektronik, Komisi II DPR Tegaskan Bahaya Kebocoran Data

Berita Terbaru