Tiga Pekerja Tewas di Gorong-gorong Cipayung, DPR Soroti SOP K3

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IX DPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa menyoroti penerapan standar K3 setelah tiga pekerja meninggal dunia di dalam gorong-gorong kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur

Anggota Komisi IX DPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa menyoroti penerapan standar K3 setelah tiga pekerja meninggal dunia di dalam gorong-gorong kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur

JAKARTA – Prosedur keselamatan kerja di ruang terbatas menjadi sorotan setelah tiga pekerja meninggal dunia di dalam gorong-gorong sedalam tujuh meter di Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur.

Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKB, Neng Eem Marhamah Zulfa, meminta pengawas ketenagakerjaan dan kepolisian mengusut seluruh tahapan kerja sebelum para korban masuk ke saluran air tersebut.

Investigasi dinilai perlu berfokus pada penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Termasuk, pemeriksaan kualitas udara dan kesiapan prosedur penyelamatan dalam kondisi darurat.

“Tragedi memilukan di Cipayung ini adalah alarm keras bagi dunia ketenagakerjaan kita. Aspek keselamatan kerja (K3) tidak boleh hanya dianggap formalitas di atas kertas atau sekadar pemenuhan administratif,” tegas Neng Eem di Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Menurut legislator PKB asal Jawa Barat tersebut, keselamatan pekerja harus menjadi prioritas dalam setiap pekerjaan berisiko tinggi.

“Setiap buruh berhak pulang ke rumah dengan selamat. Nyawa pekerja haram dipertaruhkan demi mengejar target proyek!” lanjut Neng Eem.

Tiga Pekerja Meninggal Saat Upaya Penyelamatan

Peristiwa maut itu terjadi pada Kamis (9/7/2026). Awalnya, seorang pekerja turun ke dalam gorong-gorong dan mendadak pingsan.

Dua pekerja lain kemudian masuk dengan maksud memberikan pertolongan. Namun, keduanya mengalami kondisi serupa.

Ketiga korban diduga menghirup gas beracun dan mengalami asfiksia atau kekurangan oksigen. Mereka akhirnya dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia.

Kondisi tersebut memperkuat urgensi pemeriksaan terhadap sistem keselamatan sebelum pekerjaan dimulai.

Pekerjaan di ruang terbatas atau confined space, seperti gorong-gorong, tangki dan bunker, memiliki tingkat risiko kematian tinggi. Karena itu, perusahaan wajib menjalankan SOP ketat sebelum menugaskan pekerja.

Neng Eem meminta penyelidik memeriksa apakah kualitas udara di lubang sedalam tujuh meter tersebut telah diuji menggunakan peralatan khusus.

“Pekerjaan di ruang terbatas wajib didahului dengan pengukuran kadar oksigen dan deteksi gas beracun menggunakan alat khusus,” urai Neng Eem.

Selain pemeriksaan udara, sistem pendukung keselamatan juga harus tersedia sebelum pekerja memasuki area berbahaya.

“Harus ada sistem ventilasi udara blower yang memadai, surat izin kerja resmi (permit to work), serta adanya petugas pengawas yang bersiaga penuh di luar area kerja untuk evakuasi darurat,” jelasnya.

Seluruh tahapan tersebut, menurut Neng Eem, perlu diperiksa secara transparan. Hasil investigasi nantinya diharapkan dapat menunjukkan ada atau tidaknya prosedur yang terlewati.

“Investigasi harus membongkar apakah SOP ini dilewati atau tidak,” tegas legislator PKB tersebut secara rinci.

Kecelakaan Kerja Berulang Harus Dihentikan

Neng Eem juga mengingatkan pelaku industri agar tidak menempatkan K3 sebatas kewajiban administratif.

Pencegahan kecelakaan dinilai jauh lebih penting dibandingkan pemberian kompensasi setelah pekerja kehilangan nyawa. Kepatuhan terhadap K3 juga menjadi bagian dari investasi kemanusiaan dan perlindungan produktivitas perusahaan.

“Jangan sampai kecelakaan maut yang polanya selalu sama ini terus berulang di Indonesia akibat lemahnya pengawasan lapangan,” pungkas Neng Eem.

Ia menilai kasus Cipayung harus menjadi titik penting untuk memperkuat pengawasan dan penegakan aturan keselamatan kerja.

“Tragedi ini harus jadi momentum penegakan hukum yang tegas. Tidak ada satu pun jenis pekerjaan di dunia ini yang nilainya sebanding atau lebih berharga daripada nyawa seorang manusia,” tutupnya.

Tragedi di Cipayung kini menyisakan pertanyaan penting mengenai kesiapan sistem keselamatan di lokasi kerja berisiko tinggi. Investigasi bukan hanya dibutuhkan untuk mengungkap penyebab kematian tiga pekerja, tetapi juga memastikan prosedur serupa benar-benar dijalankan sebelum korban berikutnya berjatuhan.***

Follow WhatsApp Channel www.harianmurba.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aktivitas Anak Krakatau Meningkat, Pemkab Lampung Selatan Ingatkan Warga Gunakan Masker dan Tingkatkan Kewaspadaan
Sigap Bertindak, Polisi Amankan Pria Diduga Palak Warga di Minimarket Purwakarta
Operasi Libas Lodaya 2026, Polres Purwakarta Ungkap 13 Kasus Kejahatan dan Amankan 9 Tersangka
Kanal Kering dan Angin Kencang, Salman Alfarisi Gerakkan 62 Personel Jinakkan Api di Lahan Gambut
Mobil Pengangkut Bantuan Pangan Alami Laka Tunggal di Tanjakan Kampung Pagadungan, Polri Hadir Tangani Situasi
Hendak Menyerahkan Penjual Obat Keras Terlarang Daftar G, Lima Wartawan Malah Ditetapkan Tersangka oleh Polsek Teluknaga
Anggota AWPI Bandar Lampung Dikeroyok Preman Saat Liputan Proyek Gapura UIN Raden Intan Lampung
Yusril Angkat Bicara soal Dugaan Galian Tanpa Izin: Sebut sebagai Program Prioritas Nasional Ketahanan Pangan

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 21:45 WIB

Aktivitas Anak Krakatau Meningkat, Pemkab Lampung Selatan Ingatkan Warga Gunakan Masker dan Tingkatkan Kewaspadaan

Sabtu, 5 September 2026 - 17:07 WIB

Sigap Bertindak, Polisi Amankan Pria Diduga Palak Warga di Minimarket Purwakarta

Kamis, 3 September 2026 - 21:18 WIB

Operasi Libas Lodaya 2026, Polres Purwakarta Ungkap 13 Kasus Kejahatan dan Amankan 9 Tersangka

Kamis, 3 September 2026 - 20:30 WIB

Kanal Kering dan Angin Kencang, Salman Alfarisi Gerakkan 62 Personel Jinakkan Api di Lahan Gambut

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:23 WIB

Mobil Pengangkut Bantuan Pangan Alami Laka Tunggal di Tanjakan Kampung Pagadungan, Polri Hadir Tangani Situasi

Berita Terbaru