Lampung Selatan – Pembangunan jalan melalui Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) 2026 yang menghubungkan Desa Sumber Agung dan Desa Kedaung, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, mulai dilaksanakan pada hari, Senin (14/9/2026).
Pembangunan tersebut berupa jalan rabat beton dengan panjang sekitar 675 meter, lebar 3,5 meter, dan ketebalan 15 sentimeter. Jalan tersebut menjadi akses penghubung dari Dusun Pematang Sari, Desa Sumber Agung, menuju Dusun Cidahu, Desa Kedaung.
Alokasi dana Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) tahun 2026 anggarannya sebesar Rp500.000.000 per kecamatan.
Ketua Kelompok Masyarakat Kerjasama Antar Desa (Pokmas KAD) SADEWA, Komang Agus mengatakan pelaksanaan pembangunan jalan tersebut mulai dikerjakan setelah seluruh persiapan dilakukan.
“Alhamdulillah, hari ini pelaksanaan pembangunan rabat beton jalan penghubung antara Desa Sumber Agung dan Desa Kedaung telah mulai kita kerjakan, ” ujar Komang saat ditemui di lokasi, Senin (14/9).
Kegiatan pengecoran perdana ruas jalan pertanian tersebut, dihadiri tim Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Cipta Karya Wilayah Provinsi Lampung, Fasilitator Masyarakat (FM), Kepala Desa Sumber Agung, Ali Rohim, Camat Sragi, Wayan Susana, S.T., M.T, serta seluruh Kelompok Pokmas KAD SADEWA.
Komang menambahkan terkait volume panjang rabat beton yang sedang dikerjakan, jika sesuai dengan RAB ; Panjangnya sekitar 668,29 meter. Namun pihaknya berinisiatif untuk dilebihkan sehingga Panjangnya menjadi 675 meter dengan lebar 3,5 meter dan ketebalan 15 sentimeter.
Hal tersebut, dilakukan guna mengantisipasi kekurangan volume ketika pengukuran volume panjang rabat beton oleh Tim Pelaksana Kerja Sama Antar Desa (BKAD/TPK) bersama Fasilitator Masyarakat (FM) saat sudah rampung dikerjakan.
Karena kondisi ruas jalan penghubung antara Desa Sumber Agung dan Desa Kedaung banyak tikungan tajam. Sehingga pihaknya berinisiatif untuk melebihkan panjangnya guna memastikan kesesuaian antara fisik di lapangan dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Menurutnya, pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam menunjang mobilitas warga serta memperlancar akses transportasi dan aktivitas ekonomi masyarakat di kedua desa.
“Kami berharap pembangunan ini dapat berjalan lancar, kualitas pekerjaannya baik, dan nantinya bisa memperlancar distribusi pertanian dan transportasi serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, dan kualitas hidup masyarakat di dua desa, ” katanya.
Diakhir penyampaiannya, Komang Agus menjelaskan jalan sementara ditutup dan dialihkan melalui Desa Kedaung. Pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat di dua desa yang memiliki lahan perkebunan maupun persawahan di lokasi pembangunan, ” jelasnya.
Ditempat yang sama, Kepala Desa Sumber Agung, Ali Rohim menyambut baik dimulainya pembangunan jalan melalui Program PISEW di wilayahnya tersebut.
Ia pun mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan maupun Pemerintah Provinsi, dan Dirjen Cipta Karya Wilayah Provinsi Lampung yang telah merealisasikan pembangunan rabat beton jalan penghubung di desanya dari Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW).
“Kami sangat berterimakasih kepada Bapak bupati, Bapak gubernur dan Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum wilayah Provinsi Lampung. Dengan adanya program ini, langsung menyentuh akses Pertanian, yang tadinya sangat susah dilalui sejak Tahun 1974, dan Alhamdulillah di tahun 2026 tersentuh pembangunan, ” ungkap Ali Rohim.
Ia berharap pembangunan rabat beton jalan penghubung antardesa ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama
memberikan manfaat besar untuk melancarkan mobilitas dan distribusi hasil pertanian serta meningkatkan aksesibilitas dan mendukung aktivitas warga sehari-hari.
“Semoga pembangunan ini berjalan lancar sampai selesai dan hasilnya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami juga berharap masyarakat dapat ikut menjaga dan merawat jalan yang sudah dibangun ini. Karena untuk mendapatkannya tidaklah mudah,” ujar Ali Rohim.
Infrastruktur yang dibangun melalui dana PISEW adalah jalan produksi sebagai infrastruktur penunjang produksi pertanian, serta sebagai prasarana pendukung pemasaran komoditas dengan memudahkan petani untuk mengangkut hasil pertanian, perkebunan dan perikanan.
Pelaksanaan pembangunannya dikerjakan oleh masyarakat desa setempat tidak menggunakan kontraktor.***
(Alfian)







