PURWAKARTA — Kesibukan membangun usaha ternyata tidak membuat R. Mochamad Daud Rizky F, S.Kom., M.M., CLM., CLAA berhenti mengejar pendidikan. Di tengah aktivitasnya sebagai pengusaha, profesional, dosen, sekaligus organisasi, pria asal Purwakarta ini justru kembali menempuh pendidikan tinggi hingga jenjang doktoral.
Saat ini, R. Mochamad Daud Rizky tercatat sedang menempuh Program Doktor Ilmu Manajemen di Universitas Widyatama.
Perjalanan pendidikannya dimulai dari S1 Teknik Informatika di STMIK Darma Negara Bandung.
Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan Magister Manajemen (S2) di Universitas Widyatama. Kini, ia kembali ke kampus yang sama untuk menyelesaikan pendidikan doktoralnya.
Keputusan melanjutkan pendidikan hingga S3 di tengah kesibukan dunia usaha menjadi gambaran bahwa aktivitas profesional dan pendidikan menurutnya bukan dua hal yang harus dipertentangkan.
Keduanya dapat berjalan beriringan selama ada kemauan untuk terus belajar dan berkembang.
Dari Birokrasi hingga Dunia Usaha
Pengalaman Daud cukup beragam. Sebelum aktif sebagai pengusaha, ia pernah menjalani profesi sebagai Government Officer di Sekretariat Daerah Kabupaten Purwakarta pada 2010–2025, khususnya pada bagian protokol dan komunikasi pimpinan.
Di dunia usaha, ia dipercaya sebagai direktur di sejumlah perusahaan, antara lain CV Raden Abadi Sejahtera, CV Raden Putri Bersama, CV Cipta Abadi Organizer, dan CV Putra Pratama Utama.
Ia juga menjabat sebagai Direktur Utama PT. Kwarta Indonesia Abadi serta Senior Managing Partner Derratax Consultant sejak 2023.
Aktivitasnya kemudian berkembang ke dunia pendidikan. Sejak 2025, Daud tercatat sebagai dosen di LP3I College Purwakarta, mengampu bidang Entrepreneurship dan Personality Development.
Pada 2026, kiprahnya semakin beragam. Ia tercatat sebagai Owner/Mitra SPPG Cisaat Ciater Subang, sekaligus Founder Tres De Padel Purwakarta, sebuah usaha yang bergerak di bidang penyewaan lapangan padel.
Di bidang organisasi pengusaha, ia juga dipercaya sebagai Wakil Ketua Umum BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Purwakarta periode 2026–2029.
Pendidikan sebagai Investasi Jangka Panjang
Menempuh pendidikan doktoral ketika sudah memiliki pengalaman panjang di birokrasi, bisnis, konsultan, dan pendidikan tentu bukan perkara ringan.
Namun, langkah tersebut menunjukkan bahwa bagi Daud, pendidikan tidak berhenti setelah seseorang memperoleh gelar atau mencapai posisi tertentu.
Justru ketika pengalaman semakin bertambah, kebutuhan untuk memperdalam pengetahuan menjadi semakin penting.
Selain pendidikan formal, Daud juga pernah mengikuti Program Pemantapan Nilai-nilai Kebangsaan (PPNK) Lemhannas RI Angkatan 74 Tahun 2026.
Perjalanan tersebut memperlihatkan sosok pengusaha muda yang tidak hanya membangun bisnis, tetapi juga berupaya memperkuat kapasitas diri melalui pendidikan, pengalaman profesional, serta wawasan kebangsaan.
Dari dunia birokrasi, masuk ke dunia usaha, berbagi ilmu di ruang kelas, aktif dalam organisasi pengusaha, dan kini kembali duduk sebagai mahasiswa doktoral.
Sebuah perjalanan yang menunjukkan bahwa menjadi sibuk bukan alasan untuk berhenti belajar.***
(AgR)







