JAKARTA – Regenerasi pemain dipastikan tetap menjadi fondasi utama Persija Jakarta meski klub tengah memasuki babak baru bersama pelatih Shin Tae-yong. Di tengah target bersaing di papan atas Super League, pembinaan talenta muda tidak akan ditinggalkan dan justru diyakini semakin diperkuat.
Komitmen tersebut selaras dengan rekam jejak Shin Tae-yong yang selama ini dikenal berani memberikan kesempatan kepada pemain muda untuk berkembang melalui kompetisi resmi. Filosofi itu diharapkan mampu menjaga kesinambungan regenerasi di skuad Macan Kemayoran.
Saat diperkenalkan sebagai pelatih baru Persija, Shin Tae-yong menegaskan bahwa Indonesia memiliki banyak talenta muda yang layak memperoleh kesempatan bermain.
“Ada cukup banyak pemain muda di Indonesia. Demi masa depan sepak bola Indonesia, saya berpikir bahwa kami harus secara jelas dan pasti memberikan banyak kesempatan bermain kepada para pemain muda,” kata Shin Tae-yong beberapa waktu lalu saat pengenalan sebagai pelatih baru Persija.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kesempatan bermain menjadi bagian penting dalam proses pembentukan kualitas pemain. Menurutnya, perkembangan pesepak bola muda tidak cukup hanya melalui latihan, tetapi juga harus ditempa lewat pertandingan kompetitif.
“Tentu saja hal itu bisa berubah tergantung situasi,” dmikian penegasan Shin Tae-yong yang mengakui bahwa keputusan di lapangan tetap dipengaruhi kondisi tim dan kebutuhan pertandingan.
Namun demikian, ia memastikan prinsip utamanya tidak berubah.
“Namun, saya selalu berpikir bahwa anak-anak muda Indonesia harus berkembang melalui pertandingan secara langsung,” jelasnya.
Shin Tae-yong meyakini pengalaman bertanding menjadi cara paling efektif untuk meningkatkan kemampuan pemain muda.
Ia pun menutup pandangannya dengan menegaskan arah pembinaan yang selama ini selalu dipegang.
“Hanya dengan cara itulah sepak bola Indonesia bisa maju. Saya selalu memegang prinsip itu,” tuturnya.
Komitmen tersebut sejalan dengan langkah Persija yang dalam beberapa musim terakhir terus membuka jalan bagi lulusan akademi menuju tim utama.
Pada Super League 2025/2026, Persija mencatatkan lima pemain muda yang menjalani debut bersama tim senior. Mereka adalah Arlyansyah Abdulmanan, Jehan Pahlevi, Figo Dennis, Dia Syayid, dan Hafizh Rizkianur.
Data itu memperlihatkan bahwa pembinaan usia muda di Persija bukan sekadar program jangka pendek, melainkan bagian dari strategi pembangunan tim secara berkelanjutan.
Dalam lima musim terakhir, sebanyak 23 lulusan Elite Pro Academy (EPA) Persija telah menembus tim utama dan menjalani debut profesional bersama Macan Kemayoran. Catatan tersebut menjadi bukti bahwa jalur pembinaan yang dibangun Persija terus menghasilkan regenerasi pemain secara konsisten.
Dengan hadirnya Shin Tae-yong yang memiliki filosofi serupa, regenerasi pemain muda diperkirakan akan semakin menjadi identitas Persija. Tantangan meraih prestasi di level tertinggi kini diharapkan dapat berjalan beriringan dengan lahirnya generasi baru Macan Kemayoran.***







