Bandung, HarianMurba.com – Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) bersiap menjadi saksi perjuangan Persib Bandung dalam menjaga konsistensi di papan atas saat menjamu PSIM Yogyakarta pada Senin, 4 Mei 2026. Menjelang laga pekan ke-31 Super League 2025/2026 tersebut, fokus mental menjadi senjata utama yang diusung oleh lini pertahanan Pangeran Biru.
Bek tengah andalan Persib, Federico Barba, mengungkapkan bahwa atmosfer ruang ganti saat ini sedang berada dalam kondisi puncak. Keberhasilan mencuri poin penuh pada laga melelahkan kontra Bhayangkara FC sebelumnya diakui menjadi katalisator utama meningkatnya moral bertarung tim.
Kolektivitas Sebagai Sumber Energi
Barba menilai bahwa ketahanan fisik saja tidak cukup untuk menghadapi jadwal kompetisi yang sangat mepet. Menurutnya, rasa saling percaya antar-pemain di dalam lapangan adalah modal yang jauh lebih berharga untuk melewati periode sulit ini.
“Saya pikir dari pertandingan terakhir, kami mendapatkan banyak kepercayaan diri karena itu adalah laga yang sangat berat. Tapi kami berhasil melaluinya bersama-sama. Ini sangat bagus karena sekarang kami butuh energi lebih,” ujar pemain bertahan berkebangsaan Italia tersebut dalam sesi konferensi pers di Stadion GBLA, Minggu (3/5/2026).
Narasi tambahan yang berkembang di lapangan menunjukkan bahwa koordinasi lini belakang yang digalang Barba semakin solid. Hal ini menjadi krusial mengingat PSIM Yogyakarta dikenal memiliki transisi serangan balik yang cukup cepat dan mematikan.
Filosofi Satu Laga Final
Alih-alih terbebani dengan kalkulasi poin di akhir musim atau memikirkan jadwal laga-laga besar berikutnya, Barba memilih untuk menyederhanakan target. Ia menanamkan pola pikir kepada rekan-rekannya bahwa fokus hanya boleh tertuju pada 90 menit pertandingan yang ada di depan mata.
“Kami hanya perlu memenangkan pertandingan demi pertandingan. Karena saat ini, pertandingan berikutnya adalah yang paling penting. Saya tidak ingin terganggu dengan tiga laga setelahnya,” ungkap Barba dengan nada tegas mengenai prinsip prioritas tim.
Pendekatan pragmatis ini dianggap efektif untuk meredam kecemasan berlebih pada pemain muda. Dengan menganggap setiap pertandingan sebagai partai final, konsentrasi pemain diharapkan tidak terpecah oleh spekulasi persaingan juara yang semakin memanas.
Ambisi Amankan Poin Kandang
Menutup keterangannya, mantan pemain Serie A tersebut menjamin bahwa seluruh skuad akan mengerahkan sisa tenaga demi memberikan kebahagiaan bagi Bobotoh yang hadir di stadion. Baginya, kemenangan di kandang sendiri adalah harga mati yang tidak bisa ditawar lagi.
“Kami harus terus berjuang karena kami butuh kemenangan,” pungkas sosok bernomor punggung kuat di jantung pertahanan Persib tersebut.
Pertandingan yang dijadwalkan kick-off pada pukul 15.30 WIB ini diprediksi akan berlangsung sengit. Kemenangan akan memastikan langkah Persib semakin mantap di jalur perebutan gelar, sementara kekalahan bisa menjadi ancaman serius bagi posisi mereka di klasemen sementara.***







