Sanksi Pecat Menanti ASN Bogor Terlibat Narkoba, Rudy Susmanto: Tak Ada Toleransi!

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama Kapolres Bogor dalam konferensi pers ungkap kasus narkoba di Cibinong

Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama Kapolres Bogor dalam konferensi pers ungkap kasus narkoba di Cibinong

Bogor – Ancaman serius membayangi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor yang nekat bersentuhan dengan barang haram. Bupati Bogor, Rudy Susmanto, memastikan bahwa mesin birokrasi harus steril dari pengaruh narkotika demi menjamin pelayanan publik yang optimal.

Langkah ini diambil menyusul keberhasilan Polres Bogor mengungkap jaringan peredaran narkotika di wilayah Bumi Tegar Beriman. Rudy menegaskan bahwa integritas penyelenggara negara adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.

Pembersihan Internal Pemerintahan

Pemkab Bogor tidak ingin hanya menjadi penonton dalam perang melawan narkoba. Fokus utama saat ini adalah memastikan internal pemerintahan bersih sebelum menindak masyarakat luas. Rudy memberikan peringatan keras bahwa aturan disiplin pegawai akan ditegakkan tanpa pandang bulu.

“Kami ingin menghadirkan pemerintah yang bersih, bebas dari narkotika dan obat-obatan terlarang,” ujar Rudy Susmanto saat memberikan keterangan di hadapan media.

Ia menambahkan bahwa komitmen ini bukan sekadar retorika, melainkan langkah konkret untuk menjaga muruah instansi.

“Maka apabila ada ASN maupun penyelenggara pemerintah yang kedapatan menggunakan narkotika dan obat-obatan terlarang, Pemkab Bogor akan memberikan sanksi yang tegas,” ungkap sosok yang memimpin Kabupaten Bogor tersebut.

Kolaborasi Lintas Instansi dan Satgas Khusus

Tindakan tegas ini merupakan buah dari koordinasi intensif antara Pemkab Bogor, Polres Bogor, dan jajaran Forkopimda. Sebuah satuan tugas (Satgas) gabungan telah diaktifkan untuk memantau pergerakan gelap narkotika, termasuk mengawasi perilaku aparatur di lapangan.

Rudy mengapresiasi kecepatan Polres Bogor dalam merespons hasil rapat koordinasi yang dilakukan sebulan lalu. Baginya, penangkapan para pengedar yang dilakukan kepolisian adalah bukti nyata sinergitas di lapangan.

“Ini menunjukkan peran aktif dan komitmen bersama bahwa Pemkab Bogor bersama Polres Bogor tidak diam,” tutur Rudy dengan nada optimis.

Ia menekankan bahwa operasi ini adalah bagian dari rencana jangka panjang untuk mengikis habis peredaran obat terlarang hingga ke akar-akarnya.

“Ini bukan akhir, tetapi Satgas yang kami bentuk bersama akan terus bekerja untuk menuntaskan narkotika dan obat-obatan terlarang di Kabupaten Bogor,” jelas Bupati Bogor tersebut.

Proses Hukum dan Kepegawaian Berjalan Simultan

Meskipun sanksi berat menanti, Rudy menjamin bahwa proses administrasi tetap akan mengikuti koridor hukum yang berlaku di Indonesia. Pihaknya tidak akan gegabah, namun juga tidak akan melambat dalam mengambil keputusan pemecatan jika terbukti bersalah.

Penegakan disiplin ini akan melibatkan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bogor untuk melakukan verifikasi status kepegawaian bagi oknum yang melanggar.

“Rudy juga menegaskan Pemkab Bogor akan beri sanksi tegas terhadap ASN maupun penyelenggara pemerintahan yang kedapatan menggunakan narkotika dan obat-obatan terlarang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tulis keterangan resmi tersebut.

Menutup pernyataannya, Rudy mengingatkan bahwa status sebagai pelayan masyarakat menuntut tanggung jawab moral yang besar. Proses di BKPSDM dipastikan berjalan beriringan dengan proses penyidikan di kepolisian.

“Meski demikian, Rudy memastikan pemerintah tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dan menghormati proses hukum yang berjalan,” pungkas orang nomor satu di Kabupaten Bogor tersebut.***

Follow WhatsApp Channel www.harianmurba.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Dugaan Transaksi Alat Berat, Muhammad Solikin Merasa Dijadikan Tumbal
DURI GEGER! Bioskop Mini Mancy Jadi Tempat ‘Bercocok Tanam’ Bocil, Aparat Razia Seremonial atau Kenyang Menu Kantin Pemda?
DPR Curigai Keterlibatan Oknum di Balik Ekspor 99 Ribu Motor Ilegal ke Afrika
Momen Ibadah Dimanfaatkan Pencuri, Polres Garut Ringkus Pembobol Rumah di Banjarwangi
Gandeng 3 Lembaga Negara, DPP Perempuan Bangsa Kawal Korban Kekerasan Seksual di Pati
Mutasi Polri 2026: 108 Perwira Dirotasi, Polwan Promosi dan 9 Kapolda Berganti
DPR Kecam Kelambanan Hukum Kasus Santri di Pati: Jangan Korbankan Korban demi Nama Baik
Ujian Legitimasi Negara: Puan Maharani Desak Penangkapan Segera Oknum TNI Pelaku Kekerasan Seksual

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 21:00 WIB

Kasus Dugaan Transaksi Alat Berat, Muhammad Solikin Merasa Dijadikan Tumbal

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:11 WIB

DURI GEGER! Bioskop Mini Mancy Jadi Tempat ‘Bercocok Tanam’ Bocil, Aparat Razia Seremonial atau Kenyang Menu Kantin Pemda?

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:40 WIB

DPR Curigai Keterlibatan Oknum di Balik Ekspor 99 Ribu Motor Ilegal ke Afrika

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:07 WIB

Sanksi Pecat Menanti ASN Bogor Terlibat Narkoba, Rudy Susmanto: Tak Ada Toleransi!

Senin, 11 Mei 2026 - 22:51 WIB

Momen Ibadah Dimanfaatkan Pencuri, Polres Garut Ringkus Pembobol Rumah di Banjarwangi

Berita Terbaru