Pojok Carita Hadir di Bandung, Farhan Tegaskan Kota Kreatif Harus Terus Beri Ruang Seniman

Senin, 1 Juni 2026 - 05:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengunjungi galeri seni Pojok Carita di Kiara Artha Park, Bandung, yang menjadi ruang ekspresi dan kolaborasi bagi para seniman

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengunjungi galeri seni Pojok Carita di Kiara Artha Park, Bandung, yang menjadi ruang ekspresi dan kolaborasi bagi para seniman

BANDUNG – Upaya memperkuat identitas Kota Bandung sebagai pusat kreativitas kembali mendapat dorongan melalui kehadiran Pojok Carita, sebuah galeri seni yang dibuka di kawasan Kiara Artha Park. Ruang publik tersebut kini dapat dimanfaatkan para seniman untuk memamerkan karya sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, turut menghadiri pameran yang digelar di galeri tersebut pada Minggu, 31 Mei 2026. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap bertambahnya ruang ekspresi seni di Kota Kembang.

Menurut Farhan, ruang terbuka publik tidak hanya berfungsi sebagai pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga harus mampu menjadi sarana pengembangan budaya dan kreativitas masyarakat.

“Sebagai ruang terbuka publik, Kiara Artha Park memang harus menampilkan banyak hal,” ujar Farhan.

Ia menegaskan, ruang publik idealnya menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Tidak hanya memiliki nilai ekonomi yang tinggi, tetapi juga menjadi tempat untuk menyampaikan ekspresi seni bagi masyarakat, tidak hanya warga Bandung tetapi juga seluruh Indonesia,” lanjutnya.

Farhan menilai kehadiran Pojok Carita menjadi bukti bahwa Bandung tetap konsisten mempertahankan reputasinya sebagai kota kreatif. Menurutnya, ruang-ruang seni seperti ini penting untuk menjaga keberlanjutan ekosistem kreatif yang selama ini tumbuh di Bandung.

Ia menjelaskan, Bandung memiliki modal kuat sebagai kota seni karena didukung berbagai perguruan tinggi yang membuka program studi seni murni maupun seni terapan. Dari kota ini pula lahir banyak seniman yang mampu menembus panggung nasional hingga internasional.

“Bandung sebagai kota kreatif tidak boleh berhenti dari kegiatan-kegiatan yang sifatnya nyeni,” kata Farhan.

Menurutnya, kreativitas masyarakat harus terus diberi ruang agar tetap berkembang.

“Bandung harus terus bergerak dan memberikan ruang bagi kreativitas masyarakat,” tambahnya.

Farhan juga menyoroti tema pameran “Ti Alam, Jadi Carita” yang dinilainya memiliki makna kuat. Tema tersebut mengangkat alam sebagai sumber inspirasi yang kemudian diterjemahkan menjadi karya seni penuh pesan dan cerita.

Ia menilai seni tidak hanya menjadi media ekspresi, tetapi juga mampu memperkuat literasi budaya dan membangun dialog sosial di tengah masyarakat.

“Melalui seni, masyarakat dapat mengekspresikan perasaan, meningkatkan literasi budaya, sekaligus membangun dialog,” ungkap Farhan.

Karena itu, menurutnya, keberadaan ruang seni publik perlu terus dijaga dan dikembangkan.

“Karena itu, ruang seperti Pojok Carita harus terus hidup dan berkembang,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan Manajemen Kiara Artha Park, Arif Sutyanegara, menyampaikan rasa bangganya karena Pojok Carita lahir dan berkembang di kawasan tersebut. Ia berharap galeri ini mampu menjadi ruang kolaboratif yang mempertemukan berbagai kalangan.

“Kami berharap Pojok Carita menjadi wadah bagi para seniman Kota Bandung, Jawa Barat, maupun Nusantara untuk berkarya, berkolaborasi, sekaligus mengedukasi masyarakat bahwa seni merupakan bagian penting dari kehidupan,” ujar Arif.

Harapan serupa disampaikan seniman sekaligus jurnalis Tian Bahtiar. Ia menilai kehadiran galeri tersebut memberikan peluang lebih besar bagi seniman untuk memamerkan karya tanpa terbebani biaya penyelenggaraan yang sering menjadi kendala.

“Sebagai pekerja seni, kami membutuhkan ruang untuk menampilkan karya,” kata Tian.

Menurutnya, kesempatan berpameran di tengah perkembangan industri kreatif saat ini tidak selalu mudah diperoleh.

“Di era industri seperti sekarang, kesempatan untuk berpameran tidak selalu mudah,” lanjutnya.

Karena itu, ia mengaku menyambut baik kehadiran ruang seni yang lebih inklusif bagi para pelaku kreatif.

“Karena itu kami sangat mengapresiasi hadirnya Pojok Carita,” ujarnya.

Tian menambahkan, perkembangan teknologi digital tidak dapat sepenuhnya menggantikan fungsi ruang seni fisik. Interaksi langsung antara karya dan publik tetap menjadi bagian penting dalam proses apresiasi seni.

Selain memamerkan karya bertema satwa dan lingkungan, Tian juga memperkenalkan sejumlah program edukatif untuk anak-anak. Program tersebut meliputi summer camp, kelas berkebun, melukis gerabah, hingga kelas memasak yang dirancang untuk menumbuhkan kreativitas sekaligus kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.

Dukungan juga datang dari seniman dan akademisi Warli Haryana. Ia menyebut kehadiran galeri seni di ruang publik merupakan harapan yang telah lama dinantikannya sejak menetap di Bandung pada awal 1990-an.

Menurut Warli, ruang seni yang terbuka dan inklusif sangat penting untuk melahirkan generasi kreatif baru sekaligus memperkuat sektor ekonomi kreatif.

“Galeri ini jangan hanya menjadi tempat pameran,” ujar Warli.

Ia berharap fungsi galeri dapat diperluas menjadi ruang bersama yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

“Tetapi juga ruang kolaborasi, edukasi, rekreasi, dan pengembangan industri kreatif,” lanjutnya.

Dengan konsep tersebut, manfaat galeri diyakini tidak hanya dirasakan oleh seniman, tetapi juga masyarakat umum.

“Dengan begitu manfaatnya dapat dirasakan oleh semua pihak,” tegasnya.

Warli juga berharap Pojok Carita berkembang menjadi titik temu para seniman dari berbagai daerah bahkan mancanegara. Kehadiran ruang kreatif yang terbuka dinilai dapat memperluas pertukaran gagasan, pengalaman, dan kolaborasi yang pada akhirnya memperkuat posisi Bandung sebagai salah satu pusat kreativitas di Indonesia.

Keberadaan Pojok Carita menjadi penanda bahwa ruang publik tidak hanya berfungsi sebagai tempat rekreasi. Lebih dari itu, ruang tersebut dapat menjadi jembatan yang mempertemukan seni, pendidikan, budaya, dan ekonomi kreatif dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.

Follow WhatsApp Channel www.harianmurba.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolres Pasuruan Apresiasi Anggota Teladan dengan Hadiah Umroh ke Tanah Suci
Penataan KJA Waduk Jatiluhur Terus Diperkuat, Polres Purwakarta Dukung Langkah Strategis Jaga Kelestarian Perairan
Tingkatkan Profesionalisme Pengamanan dan Dukung Swasembada Pangan, Polres Purwakarta Ikuti Penelitian Strategis Puslitbang Polri
Terpilih Aklamasi, Bos Beye Resmi Nahkodai Kadin Purwakarta
Dari Lahan Produktif ke Ketahanan Pangan, Kapolres Purwakarta Panen Sayur dan Ikan Bersama Bhayangkari
Respons Cepat Satpolairud Polres Purwakarta Tangani Kebakaran Keramba Jaring Apung di Waduk Jatiluhur
Babinkamtibmas Polsek Bangil Dampingi Warga Tambakan Kembangkan Budidaya Lele di Pekarangan
Sambangi Pedagang Keliling, Bhabinkamtibmas Desa Galudra Ajak Warga Aktif Jaga Kamtibmas

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:20 WIB

Kapolres Pasuruan Apresiasi Anggota Teladan dengan Hadiah Umroh ke Tanah Suci

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:17 WIB

Penataan KJA Waduk Jatiluhur Terus Diperkuat, Polres Purwakarta Dukung Langkah Strategis Jaga Kelestarian Perairan

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:15 WIB

Tingkatkan Profesionalisme Pengamanan dan Dukung Swasembada Pangan, Polres Purwakarta Ikuti Penelitian Strategis Puslitbang Polri

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:03 WIB

Terpilih Aklamasi, Bos Beye Resmi Nahkodai Kadin Purwakarta

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:16 WIB

Respons Cepat Satpolairud Polres Purwakarta Tangani Kebakaran Keramba Jaring Apung di Waduk Jatiluhur

Berita Terbaru