Lampung Selatan – Kabar positif bagi masyarakat Desa Tri Dharmayoga bahwa pembangunan betonisasi Jalan Usaha Tani (JUT), yakni Jalan Kakao sepanjang 2150 meter, akhirnya tuntas direalisasikan pembangunannya oleh oleh Pemerintah Desa Tri Dharma Yoga di tahun 2026 ini.
Realisasi pembangunan jalan poros desa sepanjang lebih dari 2 kilometer merupakan salah satu program prioritas pemerintah desa (pemdes) Tri Dharmayoga dalam mempercepat konektivitas antar-wilayah.
Jalan poros/jalan alternatif penghubung antar desa tersebut, dibangun secara bertahap dan berkelanjutan oleh Pemerintah Desa Tri Dharmayoga dibawah kepemimpinan Kepala Desa, I Made Ardana sejak tahun 2019 dan dituntaskan di 2026 dengan memanfaatkan anggaran Dana Desa (DD).
Keberhasilan program Pemdes Tri Dharmayoga ini didanai melalui optimalisasi Dana Desa (DD) sehingga membawa dampak signifikan bagi lingkungan dan masyarakat sekitar, di antaranya:
- Aksesibilitas Sektor Pertanian: Jalan ini menjadi urat nadi bagi para petani untuk mendistribusikan hasil bumi, komoditas pertanian, dan perkebunan menuju pasar dengan lebih cepat.
- Peningkatan Ekonomi Lokal: Transportasi yang lancar menekan biaya logistik, mempermudah mobilitas harian warga, serta membuka peluang usaha baru di sepanjang jalur poros tersebut.
- Konektivitas Fasilitas Publik: Mempermudah anak-anak desa menuju sekolah, mempercepat akses warga ke fasilitas kesehatan, serta menghubungkan pusat kegiatan antardesa.
Kepala Desa Tri Dharma Yoga I Made Ardana mengatakan pembangunan rabat beton lanjutan Jalan Usaha Tani yang berlokasi di Dusun 03 RT 07, Desa Tridharmayoga, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan tahun 2026 ini tuntas direalisasikan.
“Alhamdulillah, tahun ini kita bisa menuntaskan program pembangunan infrastruktur jalan usaha tani yang tersisa sekitar 250 meter berupa rabat beton hingga nyambung ke jalan poros Legundi – Taman Rejo yang bersumber dari Dana Desa Tahun 2026 dengan anggaran Rp 145.726.500,” katanya saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, Rabu (2/9).
Sambungnya, “perencanaan awal dengan anggaran sebesar Rp.145.726.500,- hanya mencapai panjang 200 meter. Sedangkan untuk sampai di jalan poros Legundi – Taman Rejo, masih tersisa sekitar ± 50 meteran lagi. Sehingga kita berupaya bagaimana sisanya tetap kita bangun hingga tuntas. Dan Alhamdulillah, bisa, ” sambungnya.
Ia menambahkan, perlu diketahui oleh masyarakat bahwa jalan yang kita bangun ini adalah skala prioritas disetiap Musrenbangdes dengan panjang 2 kilometer lebih. Pengerjaannya pun secara bertahap dan berkelanjutan sejak tahun 2019.
“Manfaat tuntasnya pembangunan betonisasi jalan usaha tani ini, tidak hanya dirasakan dalam kelancaran lalu lintas, tetapi juga berdampak pada sektor pendidikan dan ekonomi. Anak-anak lebih mudah berangkat ke sekolah, sementara petani semakin terbantu dalam proses distribusi hasil pertanian,” tambahnya.
Kades I Made Ardana berharap, “kedepannya dengan tuntasnya pembangunan cor beton Jalan Usaha Tani (JUT) sepanjang 2 kilometer lebih ini, diharapkan bisa menjadi sarana dan prasarana usaha produktif masyarakat pedesaan sekaligus kedepannya membangun rasa solidaritas, kegotong-royongan yang tinggi dalam masyarakat dalam pemeliharaan aset pemerintah yang telah dibangun,” pungkasnya.***
(Alfian)







