Menembus Jeruji Perbedaan: Harmoni Masjid, Gereja, dan Klenteng di Lapas Bengkalis

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKALIS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis membuktikan bahwa jeruji besi bukan pembatas bagi pemenuhan hak asasi, khususnya dalam memeluk dan menjalankan ibadah sesuai keyakinan. Melalui program pembinaan kepribadian dan kerohanian yang inklusif, Lapas Bengkalis kini bertransformasi menjadi ruang aman yang humanis, ramah keberagaman, dan bebas dari diskriminasi.

Langkah ini mempertegas komitmen jajaran Pemasyarakatan dalam memanusiakan manusia, memberikan kesempatan setara bagi seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk bertobat dan memperbaiki diri.

Komitmen merawat keberagaman ini teandai dari lengkapnya fasilitas rumah ibadah yang berdiri berdampingan di dalam lingkungan Lapas.

Kehadiran sarana-sarana ini menciptakan atmosfer toleransi yang sangat kokoh antarpeluk agama.

  • Pusat Kajian Islam: Bagi warga binaan Muslim, Masjid Al-Ihsan menjadi episentrum pembentukan karakter. Lapas Bengkalis menggandeng Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bengkalis untuk menyelenggarakan program pesantren di dalam lapas. Di sini, warga binaan secara terstruktur belajar mendalami ilmu agama, memperbaiki bacaan Al-Qur’an, hingga mengikuti kajian moral.
  • Kesetaraan Hak Umat Kristiani: Warga binaan nasrani mendapatkan hak peribadatan yang setara melalui kehadiran gereja yang representatif. Pembinaan rohani di gereja ini didukung penuh oleh kehadiran pendeta dan pelayan jemaat secara rutin.
  • Ruang Introspeksi Umat Buddha dan Konghucu: Toleransi di Lapas Bengkalis kian paripurna dengan tersedianya fasilitas Klenteng. Fasilitas ini diperuntukkan bagi warga binaan beragama Buddha dan Konghucu, khususnya dari komunitas Tionghoa, sebagai sarana suci untuk melakukan introspeksi diri dan mempertebal spiritualitas.

Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, menegaskan bahwa pembinaan kerohanian bukan sekadar program pelengkap, melainkan pilar paling hulu dalam proses reintegrasi sosial sebelum para warga binaan kembali ke tengah masyarakat.

“Apabila fondasi spiritual dan mental telah terbentuk dengan kuat, kesadaran serta perilaku positif untuk menjadi warga negara yang taat hukum akan tumbuh secara alami dari dalam diri mereka,” ujar Priyo Tri Laksono.

Menurutnya, pemenuhan hak spiritual yang merata terbukti efektif menurunkan tingkat stres warga binaan dan menciptakan situasi lapas yang aman, kondusif, serta jauh dari konflik horizontal.

Keberhasilan program kemanusiaan ini tidak lepas dari sinergi kokoh lintas instansi, terutama dukungan penuh dari Kemenag Kabupaten Bengkalis serta berbagai lembaga keagamaan masyarakat.

Kerja sama ini memastikan bahwa kualitas pembinaan rohani di dalam Lapas setara dengan apa yang ada di luar dinding penjara.

Dari balik tembok tinggi Lapas Bengkalis, harmoni antara Masjid, Gereja, dan Klenteng mengirimkan pesan kuat ke luar: bahwa harapan untuk berubah, semangat persaudaraan, dan pengampunan selalu tumbuh subur bagi siapa saja yang ingin membuka lembaran hidup yang baru.***

 

 

 

(FN)

Follow WhatsApp Channel www.harianmurba.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pembangunan Jalan Cor Beton Lanjutan Sepanjang 250 Meter di Dusun Sekurip, Desa Kuripan, Disambut Baik oleh Warga
‘Ayo Berbagi’ Polsek Magersari Hadir di Tengah Masyarakat
Kades KDN Bergerak Cepat, Usulkan 225 Tiang Listrik Demi Kenyamanan Warga Simpang Padang
Aksi Unik di Duri: Jum’at berkah Ormas Tuah Aliansi Anak Melayu Bagikan Air Mineral Berhadiah Uang Tunai Rp50 Ribu hingga ke Pelosok Gang
Realisasikan Dana Desa (DD) Tahap II Tahun 2026, Pemerintah Desa Pematang Pasir Bangun Drainase Pemukiman
Kapolres Purwakarta Perkuat Sinergi dengan PT Indorama, Dorong Kolaborasi Jaga Kondusivitas Dunia Industri
Gema Tahniah dan Doa Istikamah Tuah Aliansi Anak Melayu di Milad ke-43 Kapolres Bengkalis
Darurat Kacamata Hitam di Duri: Menakar Radiasi Aura Kemapanan Ketua Umum Tuah Aliansi Anak Melayu

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 13:58 WIB

Pembangunan Jalan Cor Beton Lanjutan Sepanjang 250 Meter di Dusun Sekurip, Desa Kuripan, Disambut Baik oleh Warga

Sabtu, 12 September 2026 - 23:21 WIB

‘Ayo Berbagi’ Polsek Magersari Hadir di Tengah Masyarakat

Sabtu, 12 September 2026 - 05:28 WIB

Kades KDN Bergerak Cepat, Usulkan 225 Tiang Listrik Demi Kenyamanan Warga Simpang Padang

Jumat, 11 September 2026 - 20:32 WIB

Aksi Unik di Duri: Jum’at berkah Ormas Tuah Aliansi Anak Melayu Bagikan Air Mineral Berhadiah Uang Tunai Rp50 Ribu hingga ke Pelosok Gang

Kamis, 10 September 2026 - 22:04 WIB

Kapolres Purwakarta Perkuat Sinergi dengan PT Indorama, Dorong Kolaborasi Jaga Kondusivitas Dunia Industri

Berita Terbaru