Daftar 17 Ruas Jalan Bandung yang Tengah Diperbaiki, Target Rampung Juli 2026

Selasa, 28 April 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas dari dinas terkait sedang melakukan percepatan perbaikan infrastruktur jalan di salah satu titik strategis Kota Bandung untuk mengejar target penyelesaian pada Juli 2026.

Petugas dari dinas terkait sedang melakukan percepatan perbaikan infrastruktur jalan di salah satu titik strategis Kota Bandung untuk mengejar target penyelesaian pada Juli 2026.

HarianMurba.com, Bandung – Wajah infrastruktur di sejumlah titik strategis Kota Bandung kini tengah mengalami transformasi besar melalui percepatan proyek perbaikan dan pemeliharaan.

Sedikitnya terdapat 17 ruas jalan utama yang masuk dalam radar penanganan intensif oleh Pemerintah Kota Bandung guna meningkatkan kenyamanan akses publik.

Rangkaian pengerjaan fisik ini telah menyentuh berbagai tahap, mulai dari pengerjaan konstruksi dasar hingga beberapa titik yang sudah memasuki fase penyelesaian akhir.

Penataan jalan ini mencakup wilayah vital seperti Jalan Panjunan, Astana Anyar, Sukaraja, Jalan Jakarta, Gunung Batu, Tamansari, Sulanjana, hingga kawasan Merdeka.

Area lain yang turut dipercantik adalah Jalan Braga, Wastukencana, L.L.R.E Martadinata, Stasiun Timur, Perintis Kemerdekaan, Aceh-Manado, Lengkong Kecil, Lengkong Besar, Sunda, serta Jalan Juanda.

Terkait status administratif seluruh proyek tersebut, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Sandi Suhendar, memberikan konfirmasi mengenai kesiapan seluruh mitra kerja.

“Semua paket sudah berkontrak,” tegas Sandi saat memberikan keterangan resmi pada Selasa, 28 April 2026.

Secara teknis, pembagian kerja di lapangan dilakukan melalui 10 paket pekerjaan yang terpisah untuk memastikan efektivitas pemantauan di setiap sektor.

Sandi menambahkan bahwa progres fisik di lapangan menunjukkan hasil yang bervariasi tergantung pada jadwal mulai pengerjaan masing-masing titik.

“Ada yang sudah selesai, ada yang masih dalam tahap konstruksi,” jelasnya merinci kondisi terkini belasan ruas jalan tersebut.

Salah satu pencapaian menonjol terlihat di Jalan Sunda yang dilaporkan telah rampung 100 persen dan berhasil melampaui target waktu yang ditetapkan sebelumnya.

Berbanding terbalik dengan itu, kawasan populer seperti Jalan Dago (Juanda) dan Tamansari saat ini justru sedang menjadi pusat aktivitas alat berat karena masih dalam tahap konstruksi aktif.

Pihak dinas membagi fokus utama pada beberapa paket besar, di antaranya klaster Jalan Merdeka–Braga–Wastukancana dan paket khusus Jalan L.L.R.E Martadinata.

Seluruh rangkaian kontrak kerja ini memiliki tenggat waktu akhir yang dipatok pada awal Juli 2026 mendatang untuk memastikan seluruh akses kembali normal.

Meskipun demikian, terdapat optimisme bahwa sejumlah ruas jalan bisa dibuka lebih cepat bagi masyarakat apabila kondisi di lapangan terus menunjukkan tren positif.

Faktor karakteristik wilayah dan kepadatan lalu lintas di setiap titik diakui Sandi menjadi variabel penentu kecepatan penyelesaian proyek.

Pada kawasan yang memiliki hambatan minim, tim di lapangan dapat bekerja dengan akselerasi yang lebih tinggi dibandingkan area padat penduduk.

Sandi menjabarkan bahwa fleksibilitas pengerjaan sangat bergantung pada situasi riil yang dihadapi oleh para pekerja konstruksi di area masing-masing.

“Kalau kondisi jalannya memungkinkan, tentu bisa lebih cepat selesai,” tutur Sandi optimis mengenai efisiensi durasi kerja.

Namun, tantangan berbeda ditemukan pada area yang memiliki kompleksitas tata ruang lebih tinggi, seperti yang terjadi di ruas jalan Astana Anyar dan Panjunan.

Proses penataan di lokasi-lokasi tersebut memerlukan ketelitian ekstra sehingga progresnya berjalan lebih moderat dibandingkan titik lainnya.

“Tapi di beberapa lokasi tantangannya lebih besar,” pungkas Sandi menutup penjelasan mengenai hambatan teknis yang dihadapi timnya.

Kedepannya, penataan ini diharapkan tidak hanya memperbaiki estetika kota, tetapi juga memperpanjang usia pakai jalan melalui sistem pemeliharaan yang lebih modern dan terintegrasi.***

Follow WhatsApp Channel www.harianmurba.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kades KDN Bergerak Cepat, Usulkan 225 Tiang Listrik Demi Kenyamanan Warga Simpang Padang
Aksi Unik di Duri: Jum’at berkah Ormas Tuah Aliansi Anak Melayu Bagikan Air Mineral Berhadiah Uang Tunai Rp50 Ribu hingga ke Pelosok Gang
Realisasikan Dana Desa (DD) Tahap II Tahun 2026, Pemerintah Desa Pematang Pasir Bangun Drainase Pemukiman
Kapolres Purwakarta Perkuat Sinergi dengan PT Indorama, Dorong Kolaborasi Jaga Kondusivitas Dunia Industri
Gema Tahniah dan Doa Istikamah Tuah Aliansi Anak Melayu di Milad ke-43 Kapolres Bengkalis
Darurat Kacamata Hitam di Duri: Menakar Radiasi Aura Kemapanan Ketua Umum Tuah Aliansi Anak Melayu
Polda Lampung Perkuat Pencarian 5 Wartawan dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak di Selat Sunda
Hari Olahraga Nasional ke-43, Kapolres Purwakarta Ajak Personel Jaga Kebugaran untuk Dukung Pelayanan kepada Masyarakat

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 05:28 WIB

Kades KDN Bergerak Cepat, Usulkan 225 Tiang Listrik Demi Kenyamanan Warga Simpang Padang

Jumat, 11 September 2026 - 20:32 WIB

Aksi Unik di Duri: Jum’at berkah Ormas Tuah Aliansi Anak Melayu Bagikan Air Mineral Berhadiah Uang Tunai Rp50 Ribu hingga ke Pelosok Gang

Jumat, 11 September 2026 - 12:40 WIB

Realisasikan Dana Desa (DD) Tahap II Tahun 2026, Pemerintah Desa Pematang Pasir Bangun Drainase Pemukiman

Kamis, 10 September 2026 - 22:04 WIB

Kapolres Purwakarta Perkuat Sinergi dengan PT Indorama, Dorong Kolaborasi Jaga Kondusivitas Dunia Industri

Kamis, 10 September 2026 - 14:22 WIB

Darurat Kacamata Hitam di Duri: Menakar Radiasi Aura Kemapanan Ketua Umum Tuah Aliansi Anak Melayu

Berita Terbaru