Lampung Selatan – Warga Desa Kuripan, khususnya Dusun Sekurip, merespon positif dengan adanya realisasi pembangunan jalan cor beton lanjutan sebagai penghubung lingkungan Dusun Sekurip dan Dusun Banyu Urip Desa Kuripan, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan.
Pembangunan tersebut, berupa rabat beton di lokasi Jalan Zainal Abidin Unyi lingkungan Dusun Sekurip, menggunakan sumber anggaran Dana Desa tahap II tahun 2026.
Pembangunan rabat beton jalan lingkungan ini memiliki volume P=250m, L=2,5m, T=0,5m, dengan total anggaran sebesar Rp. 129.161.000,- Pelaksanaannya dilakukan secara swakelola oleh Tim Pelaksana Kegiatan Desa (TPKD), sesuai dengan aturan yang tercantum dalam Rencana Anggaran Belanja (RAB) pada APBDes.
Pekerjaan rabat beton jalan lingkungan di Dusun Sekurip dilaksanakan melalui partisipasi warga masyarakat sesuai dengan aturan swakelola.
Tujuan dari pengecoran beton ini adalah untuk mempermudah akses jalan warga, terutama untuk keperluan pertanian dan kelancaran aktivitas sehari-hari.
Dengan perbaikan akses jalan yang dulunya berupa jalan tanah, kini menjadi lebih baik, sehingga aktivitas warga dapat berjalan lancar.
Akses jalan ini sangat penting bagi warga masyarakat Dusun Sekurip dan Dusun Banyu Urip.
Karena jalan ini adalah jalan alternatif menuju kantor desa’ sekaligus jalan pertanian sehingga mempermudah akses menuju lahan pertanian dengan jalan raya utama, sumber air/irigasi, dan pasar serta mendistribusikan hasil pertanian dan peternakan.
Kepala Dusun Sekurip Bahtiar, menyampaikan rasa syukur, “Alhamdulillah, semua lapisan masyarakat, termasuk para anak muda dan bapak-bapak, sangat antusias dalam bergotong-royong membangun jalan lingkungan atau cor beton.
Program pembangunan rabat beton lanjutan ini merupakan prioritas dan harapan masyarakat Dusun Sekurip dan Banyu Urip, dan Pemerintah Desa Kuripan dibawah kepemimpinan Pak Jaro Suhatsyah telah berhasil merealisasikannya dengan memanfaatkan anggaran Dana Desa.
“Selaku kepala dusun, saya mewakili warga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Jaro atas terealisasi aspirasi warga kami. Sehingga kedepannya memberikan banyak manfaat nyata untuk meningkatkan kualitas hidup dan kemajuan warga,” ucapnya.
Tambahnya, perlu saya sampaikan bahwa pembangunan infrastruktur di lingkungan Dusunnya sudah banyak direalisasikan oleh Kepala Desa (Jaro) Kuripan Bapak Suhatsyah.
Hal ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah desa dalam meningkatkan kualitas infrastruktur dasar dan kesejahteraan warga.
“Harapan kita, tahun depan sisa yang belum dibangun sekitar 250 meter lagi, bisa kembali dilanjutkan. Sehingga benar-benar tersambung dengan jalan lingkungan di Dusun Banyu Urip,” harapnya.
Sementara itu, warga setempat memberikan apresiasi kepada pemerintahan Desa Kuripan.
Mereka berterima kasih kepada Kepala Desa (Jaro) atas upayanya dalam merealisasikan pembangunan jalan di lingkungan Dusun Sekurip.
Tokoh masyarakat Dusun Sekurip, Ncuk menambahkan, “Warga selalu antusias saat melaksanakan gotong-royong membangun jalan lingkungan karena harapan kita semua adalah agar semua akses jalan dapat diperbaiki, sehingga dapat meningkatkan perekonomian.
“Saya sebagai tokoh masyarakat sangat bangga dan mengapresiasi pemerintahan desa dibawah kepemimpinan Bapak Jaro Suhatsyah atas direalisasikannya pembangunan rabat beton lanjutan jalan penghubung lingkungan ini,” katanya.
Sementara, Kepala Desa (Jaro) Kuripan, Suhatsyah saat dikonfirmasi membenarkan kegiatan pembangunan rabat beton lanjutan di Jalan Zainal Abidin Unyi dikerjakan oleh TPK yang berlokasi di lingkungan Dusun Sekurip (RW 003) menjadi skala prioritas pembangunan di Desa Kuripan.
“Insyaallah tahun depan kembali bisa kita lanjutkan, karena masih tersisa sekitar ± 250 meteran lagi hingga tersambung di jembatan irigasi atau jalan lingkungan Dusun Banyu Urip,” jawabnya melalui pesan singkat WhatsApp, Minggu (13/9/2026).
“Dengan terbangunnya jalan cor beton lanjutan di lingkungan Dusun Sekurip diharapkan bisa menjadi sarana dan prasarana usaha produktif masyarakat pedesaan sekaligus kedepannya membangun rasa solidaritas, kegotong-royongan yang tinggi dalam masyarakat dalam pemeliharaan aset pemerintah yang telah dibangun,” pungkasnya.***
(Alfian)







