BENGKALIS – Kalau ada kompetisi “Bikin Pengedar Narkoba Pengen Pensiun Dini,” Polres Bengkalis di bawah komando AKBP Fahrian Saleh Siregar, S.I.K., M.Si. dipastikan bakal keluar sebagai juara umum dengan predikat Sangat Amat Sangar.
Bagaimana tidak? Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, tim Satresnarkoba dan Polsek jajaran Polres Bengkalis bukannya santai-santai sambil ngopi, melainkan gas pol merusak hari-hari indah para bandar narkoba.
Hasilnya? 458 kasus berhasil dibongkar dan 686 tersangka terpaksa pindah alamat ke hotel prodeo.
Jumlah tersangka ini sudah cukup untuk membuat satu kompetisi sepak bola antar-sel tahanan dengan ratusan tim cadangan.
Jika ditotal, barang bukti yang disita polisi dari tangan para pelaku bukan lagi kaleng-kaleng, melainkan sudah bisa bikin gudang logistik sendiri.
Berikut rincian barang haram yang gagal beredar berkat kejelian anak buah AKBP Fahrian:
- Sabu-Sabu: 90,36 Kilogram (Hampir 1 kuintal! Beratnya setara dengan dua ekor anak gajah atau stok micin emak-emak se-kecamatan untuk 10 tahun).
- Ekstasi: 168.209 Butir (Kalau dijadikan kancing baju, bisa untuk seragam seluruh PNS se-Provinsi Riau).
- Ganja: 2,70 Kilogram (Cukup untuk bikin rombongan pengedar menangis penyesalan berjamaah).
- Etomidate: Turut diamankan dalam beberapa pengungkapan, membuktikan bahwa zat aneh apa pun yang coba diselundupkan pasti kena smash oleh petugas.
Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar, dengan tegas menyatakan bahwa jajarannya tidak akan memberikan ruang, celah, bahkan ventilasi udara sedikit pun bagi para pelaku narkotika.
“Peredaran narkotika merupakan ancaman serius yang dapat merusak generasi muda. Kami berkomitmen untuk terus memberantas jaringan narkotika di wilayah hukum Polres Bengkalis. Jadi, buat para bandar, pilihan Anda cuma dua: bertobat atau kami jemput,” tegas AKBP Fahrian dengan nada bercanda namun tatapan mata penuh keseriusan.
Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk menjadi “intel swasta” dadakan alias tidak ragu melapor jika melihat ada tetangga atau orang mencurigakan yang tiba-tiba kaya mendadak tanpa kerja, atau yang sering bisik-bisik di pos ronda sambil bawa bungkusan mencurigakan.
Keberhasilan luar biasa ini menjadi bukti nyata bahwa program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Bengkalis bukan sekadar jargon di spanduk.
Ini adalah aksi nyata bertaraf film action Hollywood, di mana polisi selalu menang dan bandar berakhir gigit jari dibalik jeruji besi.
Bengkalis kini selangkah lebih dekat menuju wilayah yang aman, bersih, dan tentunya: bikin pengedar narkoba mikir seribu kali kalau mau lewat!***
(FN)







