PURWAKARTA – Di tengah keramaian malam di pinggiran jalan Kota Purwakarta, seorang bapak berusia lebih dari 60 tahun tampak setia menunggu pembeli.
Setiap hari, selepas Magrib hingga menjelang tengah malam, ia berjualan kopi hangat dan minuman ringan dengan harapan dagangannya laku terjual.
Di satu sisi, ada rasa hormat melihat seseorang yang sudah berusia lebih dari 60 tahun masih bekerja keras mencari nafkah.
Tidak sedikit orang seusianya yang sudah mengurangi aktivitas fisik, tetapi beliau masih bertahan berjualan dari selepas Magrib hingga tengah malam.
Di sisi lain, ada rasa sedih karena kita membayangkan bahwa di usia tersebut beliau seharusnya dapat menikmati waktu yang lebih tenang.
Namun kenyataannya, banyak orang tetap bekerja karena kebutuhan ekonomi, tanggung jawab keluarga, atau karena memang tidak memiliki sumber penghasilan lain.
Keramaian pembeli yang datang sebagian besar berasal dari kalangan anak muda yang berkumpul atau nongkrong di sekitar lokasi.
Kehadiran mereka menjadi salah satu sumber harapan bagi pedagang kecil seperti dirinya. Tanpa adanya aktivitas tersebut, jumlah pembeli tentu akan jauh berkurang.
Menyempatkan membeli dagangannya, meskipun hanya sesekali, memiliki arti yang lebih besar daripada nilai uang yang dikeluarkan.
Bagi pedagang kecil, setiap pembeli bukan hanya menambah pemasukan, tetapi juga menjadi tanda bahwa usaha mereka masih dihargai dan dibutuhkan.
Kehadiran pelanggan tetap sering kali memberi semangat untuk terus bertahan.
Fenomena ini juga menunjukkan sisi lain dari aktivitas anak muda yang berkumpul pada malam hari.
Dari sudut pandang ekonomi, kegiatan tersebut ikut menggerakkan usaha kecil di sekitarnya, mulai dari penjual kopi, minuman, makanan ringan, hingga pedagang kaki lima lainnya.
Perputaran ekonomi sering kali terjadi dari hal-hal sederhana yang kerap luput dari perhatian.
Di balik secangkir kopi hangat yang dijual di pinggiran jalan Kota Purwakarta, terdapat kisah perjuangan seorang lansia yang masih berusaha menjemput rezeki di usia senja.
Kisah seperti ini mengingatkan bahwa di balik setiap transaksi sederhana, ada kerja keras, ketekunan, dan harapan yang terus dijaga demi menyambung kehidupan.***
(HsN)







